Yayasan  Somba Mari Go Gelar Lomba Cerdas-Cernat Bagi Pelajar

0
471

NTTSATU.COM — RUTENG — Yayasan  Somba Mori Go (YSMG)  bekerja sama dengan sejumlah stakeholder menggelar acara cerdas-cermat. Para peserta, yakni pelajar dari SD hingga SMA serta  Orang Muda Katolik (OMK)  di sekitar Itemg, Ibukota Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Senin, 16 Agustus 2021.

Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Camat Satarmese, Damianus Arjo, SSTP  hadir dan membuka kegiatan ini didampingi berbagai stakeholder, di antaranya unsur forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopincam), para kepala sekolah, para guru pendamping dan pelajar.

Wakil Ketua Umum Yayasan Somba Mori Go,  Thomas Junggam yang dihubungi Senin, 16 Agustus 2021, mengatakan,  lomba ini dibagi dalam dua kategori, yakni kategori SD dan  kategori remaja yang meliputi  pelajar SMP, SMA dan OMK.

Tema kegiatan ini kata Thomas, yakni  “Bersatu Dalam Iman, Harapan dan Kasih, Bersama Melawan Pandemi.” Sedangkan materi lomba, yaitu Kisah Hidup Santo dan Santa, pengetahuan umum tentang gereja dan wawasan kebangsaan.

Dari lomba ini kata Thomas,  keluar sebagai juara kategori anak-anak, yakni  SDI  Wukulaku (juara satu), SDI Iteng I  ( juara dua), dan  SDK Ponggeok (juara tiga).

Sedangkan kategori remaja masing – masing  OMK Stasi  Iteng (juara satu), SMA Santa Maria Iteng (juara dua) dan  SMPN 12 Paka  (juara tiga).

Thomas juga menyebut masing-masing  kategori  mendapat hadiah  uang tunai Rp 3 juta (juara satu), Rp 2 juta (juara dua) dan Rp 1 juta (juara tiga).  Masing-masing kategori juga mendapat hadiah tropi, medali dan sertifikat sebagai peserta. “Peserta yang  belum meraih juara  mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti kegiatan ini,”  tambah Thomas.

Tentang tim juri, Thomas menyebut  melibatkan koordinator pendidikan, pengawas sekolah dan para kepala sekolah setempat.

Camat Satarmese, Damianus Arjo ketika membuka kegiatan ini menggarisbawahi beberapa hal. Di antaranya, yakni dapat menumbuhkan semangat nasionalisme  bagi para peserta selain untuk membentuk karakter anak sebagai penerus bangsa dan gereja.

Camat Dami  memandang bahwa kegiatan ini tepat dilaksanakan menjelang HUT ke-76 RI dirangkai dengan materi lomba Kisah Hidup Santo dan Santa yang selama hidupnya banyak memberi suritauladan. Sikap hidup ini  kata Camat Dami patut menjadi cermin dan pegangan hidup bagi  generasi muda.

Karena itu Camat Dami menyampaikan terima kasih kepada pendiri  Yayasan Somba Morigo, Boni Hargens, PhD yang telah memberi perhatian yang tak kecil terhadap tumbuh kembang generasi muda di Kecamatan Satarmese. “Pak Boni menghidupkan kembali nilai-nilai ini,” katanya.

Camat Dami memastikan bahwa selama ini kegiatan seperti ini nyaris tak dilakukan. Karena itu dengan kegiatan seperti ini menjadi motivasi untuk menggelar kegiatan berikutnya.

Ia juga mengatakan bahwa lomba ini bukan semata melihat siapa yang juara atau tidak juara, namun banyak nilai yang didapatkan seperti kedisiplinan waktu dalam menjawab pertanyaan, melatih anak-anak untuk public speaking, kekompakan dan kerja sama terbangun serta pengambilan keputusan yang tepat dalam menjawab setiap pertanyaan.

Thomas menambahkan bahwa ketika berdiskusi dengan pendiri sekaligus pembina yayasan ini, Boni Hargens, PhD beberapa waktu lalu di Jakarta menyepakati agar perlu dilakukan cerdas-cermat yang melibatkan anak-anak mulai dari jenjang SD hingga SMA di wilayah Iteng. Mengapa harus cerdas-cernat karena yayasan ini telah membagikan buku-buku perjalanan hidup santo dan santa selain pembukaan taman bacaan.

Cerdas-cermat ini kata dia, semata untuk melihat sejauhmana hasil yang diperoleh. Ternyata kata Thomas, membawa efek yang positif bagi anak-anak. Mereka telah membaca buku-buku itu. Semua pertanyaan yang diajukan dapat dijawab dengan baik. Kesimpulannya, kata Thomas, literasi di daerah itu telah berjalan dengan baik.

Thomas menyampaikan terima kasih kepada camat, Kapolsek, Danramil,  dewan juri dan peserta yang telah mengambil bagian secara total pada kegiatan ini .

Thomas mengatakan kegiatan ini  mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Setiap peserta wajib mengenakan  masker dan lainnya.

Yayasan ini hadir sebagai mitra sekolah, mitra gereja dan mitra pemerintah. Sejak berdiri, yayasan ini konsen di bidang pendidikan. Secara spesifik menulis buku tentang santo dan santa (kisah orang-orang kudus pada Gereja Katolik) serta membuka taman baca di Iteng. Buku-buku yang disiapkan, yakni buku pelajaran SD, SMP, SMA  serta sejumlah buku karya pendiri yayasan, Boni Hargens, PhD. (*)

=========

Foto: Para peserta lomba cerdas-cermat di Iteng, Ibukota Kecamatan Satarmese, berjarak 35  kilometer dari Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, Senin, 16 Agustus 2021.

Komentar ANDA?