YBM PLN Bangun Gedung Pesantren Untuk Dukung Kemajuan Pendidikan di Lembata

0
376
NTTSATU.COM — LEMBATA —  Pimpinan Pesantren Manahil Al Irfan, KH Muhammad Mahmud menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN.,

 

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN, kami tidak pernah membayangkan akan memiliki gedung yang semegah ini, kami tidak bisa membalas bantuan ini kecuali doa-doa tulus dari segenap pengurus dan anak-anak yang belajar di tempat ini,” ungkapnya.

Salah satu seorang santri Ahmad kelas 8 MTs juga turut menyampaikan rasa syukurnya, “Dulu kami kalau belajar dibawah pohon mente dan kursi reot terus disekat pake pelepah kelapa, kini kami sudah bisa belajar didalam gedung layaknya siswa- siswi yang bersekolah.

PLN UP3 Flores Bagian Timur melalui Program YBM (Yayasan Baitul Maal) melakukan pembangunan gedung pondok pesantren di Kab. Lembata di jalan Buyasuri lokasi pembangunan tersebut berada di pondok pesantren Manahil Al Irfan Buyasuri untuk 370 Orang santri

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN dalam dunia pendidikan yang berada di Kab. Lembata yang dananya berasal dari YBM PLN.

“Ini Gedung kelas Pondok pesantren dibangun dua lantai, Pembangunan tersebut menelan biaya sebesar Rp 1 Milyar dengan waktu pembangunannya memakan waktu selama 5 (bulan),” ucap Heru Purwoko selaku Pembina YBM PLN UIW NTT.

Heru menyebutkan, Bantuan Pembangunan Gedung Sekolah Pesantren Manahil Al Irfan telah direncanakan dari tahun 2019, namun karena kondisi Covid 19 sehingga pembangunannya diundur dan baru terlaksana di awal tahun 2021, tepatnya ground breaking pada 5 Maret 2021.

Peresmian gedung Pondok Pesantren manahil Al Irfan dilaksanakan pada Sabtu, 24 juli 2021 dan dalam acara peresmian ini turut serta di hadiri Manager PLN ULP Lembata, I Nyoman Pasek, kepala ponpes KH Muhammad Mahmud, Lc, dan para santri.

Lanjut Heru, “Pembangunan gedung kelas di Lembata ini merupakan salah satu program YBM PLN dalam bidang Pendidikan, dengan harapan YBM PLN bisa memberikan sumbangsih dan kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Lembata,” tutup Heru Purwoko. (hms pln)

Komentar ANDA?