Yesus Sudah Bangkit dan Mendahului Kamu ke Galilea

0
305

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari SABTU PASKA Pekan Suci, 30 Maret 2024*. Bacaan. Dari Vigili Paska. Rm 6: 3-11 dan Injil ย Mt 28: 1-10.

Pengalaman sukses untuk bangkit dari keterpurukan sungguh memberi pelajaran berharga. Sudah banyak orang yang alami peristiwa jatuh bangun tapi pada umumnya mereka selalu bersikap positive thingking baik terhadap diri maupun terhadap orang lain. Lebih lagi dirasakan bahwa mereka bukan sendirian berjalan tapi selalu bersama orang lain. Mereka itulah yang memberikan dukungan yang berarti.

Tak disangkal dalam hidup, setiap orang pasti pernah alami krisis apapun. Kadang mereka kembali mempertanyakan eksistensi pilihan hidup sendiri. Segala bentuk catatan hidup kembali dibolak balikan agar dapat memberikan arah hidup dan semangat baru. Tidak hanya itu tapi juga dituntut sikap rendah hati, jujur dan terbuka dan pasrah kepada Tuhan agar hidup kembali bersemi. Karena penyertaan-Nya maka tibalah semangat dan gairah hidup baru.

Selama Pekan Suci kita telah mengikuti perjalanan sengsara Tuhan kita secara khusuk. Sejak masuk minggu Palem hingga berakhir pada perayaan Jumad Agung kemarin. Setelah sengsara dan kematian Yesus di Salib maka tibalah kebangkitan. Sebuah perjalanan hidup yang melewati malam kelam yang gelap gulita menuju terang. Habis gelap terbitlah Terang, sebuah siklus hidup yang terus berputar dalam hidup setiap hari.

Kebangkitan adalah tanda kuasa Tuhan atas kejahatan. Dengan cara apapun maka kejahatan tak akan memang atas kebaikan, namun kita tetap manusia yang akan terus mengalami gelombang fluktuasi kehidupan ini. Iblis akan terus membuntuti diri dan menguji ketangguhan, sejauh mana militansi iman kita. Usahanya tidak lain adalah mau membawa kita masuk ke dalam jurang neraka. Kalau sukses maka dia akan bersukaria karena mengalahkan kita dengan strateginya.

Peristiwa Kebangkitan mengajak kita memiliki landasan pijak atau prinsip yang jelas. Tujuannya agar kita juga mampu melawan setiap pencobaan, jika tidak maka kita mudah bergaining dengan iblis yang pasti akan menjerumuskan kita. Sebaliknya jika kita teguh dalam iman dan cinta akan kehendak Tuhan maka mampu memutuskan rantai belenggu setan. Karena Tuhan adalah tumpuan hidup sebagaimana yang diajarkan Yesus. IA mampu melawan iblis hingga akhir bahkan mengorbankan nyawa-Nya.

Kematian Yesus adalah bukti bahwa DIA sebagai orang benar maka Yesus dibangkitkan kembali oleh Allah Bapa-Nya. DIA dihukum bukan lantaran salah dan kebodohan-Nya melainkan karena ulah kita manusia. Kini setelah bangkit Yesus mendahului para rasul ke tanah Galilea. Sebuah tempat historis di mana asal mula para rasul dipanggil dan dipersatukan Yesus dalam iman dan perutusan mereka.

Di tanah Galilea sana mereka kembali diyakinkan bahwa Yesus yang telah mati dan bangkit adalah Anak Allah. Yesus tetap sama dari awal sampai akhir, Alfa dan Omega maka perjumpaan di Galilea hendak memperteguh visi dan motivasi iman para murid Yesus agar mereka pergi mewartakan kebangkitan Tuhan. Ke manapun mereka diutus pergi haruslah tetap memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan yang telah dirintis Yesus buat semua orang dalam naungan maut. Nilai pesan apakah yang kiranya cocok dikemas dari perayaan Paska ini?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Sabtu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐ŸŒน๐ŸŒนโœ๏ธ๐Ÿชท๐Ÿชท๐Ÿค๐Ÿค๐ŸŽ๐Ÿ›๏ธ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?