Yuni Lantik Delapan Ketua TP PKK Kecamatan di Lembata

0
483
Foto: Kaum Ibu di Lembata yang tergabung dalam wadah Tim Penggerak PKK yang selalu berminta dengan Pemkab Lembata membangun daerah ini. (Foto: Istimewa)

NTTsatu.com – LEMBATA – Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Lembata, Ny. Yuni Darmayanti, melantik delapan ketua PKK Kecamatan se Kabupaten Lembata. Plantikan ini diharapkan PKK akan menggerakkan roda organisasi PKK mulai dari tingkat Kecamatan hingga ke desa untuk selalub bersinergi membangun kesejahteraan kaum wanita.

Para ketua tim penggerak PKK tingkat kecamatan ini terdiri dari Ketua PKK Kecamatan Nubatukan, Ny Maria Magdalena P. Wutun, Ketua PKK Kecamatan Lebatukan, Ny. Ni Luh M. Y Sherllywiyanti, S.Kep, Ners, Ketua PKK Kecamatan Ile Ape Timur, Ny. Agnes Abong, Ketua PKK  Kecamatan Ile, Ny. Cezalrinha De Fatima, Ketua PKK Kecamatan Atadei, Ny. Yuliana Sesa Doni, Ketua PKK Kecamatan Nagawutung, Ny. Maria Siti Ledo, S.pd, Ketua PKK Kecamatan Omosuri, Ny. M.M. Gizi Buyanaya dan Ketua PKK Kecamatan Buyasuri,Ny. Anastasia Daten. Sedangkan Ketua PKK Kecamatan Wulandoni, Ny. Agnes Hene Leke, S. Kep. Ners  sudah dilantik terlebih dahulu.

Eliazer Yentji Sunur dalam sambutanya saat pelantikan delapan ketua Tim Penggerak PKK Kamis (10/1/2019), di Rumah Jabatan Bupati Lembata, di Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan mengatakan, PKK adalah mitra pemerintah yang akan bersama-sama membangun daerah ini.

Bupati Sunur mengungkapkan, ketika berbicara organisasi apalagi organisasi basis komunitas seperti organisasi wanita itu sangat sulit, ini dikarenakan lebih banyak datang duduk bercerita-cerita dan pulang tandasnya.

“Kalian adalah wanita-wanita yang luar biasa, karena mampu dan mau membawa diri datang dan menjadi pengurus PKK berarti ada sesuatu yang lain dari kalian. Kalian datang bersama-sama pemerintah dan kini kalian menjadi mitra pemerintah,” katanya.

Bupati Sunur meminta kepada PKK Kabupaten Lembata untuk merancang program yang dikolaborasikan, disamakan dengan langka pemerintah untuk pemberdayaan wanita sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

“Kalian harus mampu membawa organisasi ini sesuai 10 program PPK.  Berangkat dari situlah kalian bisa melakukan suatu kegiatan yang mengkaitkan dengan kebijakan pemerintah melalui OPD teknis dan para camat agar bersinerji dengan arah kebijakan pemerintah daerah,” tegasnya.

Bupati Sunur juga menegaskan, bukan hanya solidaritas antara tim PKK kabupaten dan tim PKK tingkat Kecamatan melainkan fokus dalam dalam bekerja. Jangan rencanakan kegiatan yang banyak, cukup satu agar lebih optimal dalam bekerja.

“Bekerja internal boleh tapi kita juga harus melihat out-put nya seperti apa. Apa yang mau kita tunjukan, untuk itu kalian harus selaraskan dengan kegiatan-kegiatan OPD teknis dan harus pandai-pandai mengkaitkan integrasikan kegiatan kalian dengan pemerintah. Dengan demikian pemerintah bisa menarik dalam kegiatan pemerintah sehingga kalian dari organisasi tidak perlu mengeluarkan anggaran lagi,” tandasnya.

Menurur Sunur, relasi itu perlu dibangun dan harus bersinergi dengan kelompok-kelompok organisasi wanita lain. Organisasi wanita lain itu sepreti Persit dan Bhayangkari serta darmawaita. Harus bisa menciptakan program dan dikerjakan bersama-sama secara keroyokan.

Dia juga menuturkan, untuk sementara ini pemerintah telah mendorong desa cepat tumbuh, dengan produk masing-masing. Yang sedang berjalan  ini adalah Desa Waijarang dengan produk sambal, di Desa Hadakewa produk ikan teri, di Desa Babakerong rumput laut, di  Desa Baluring ikan tuna dan di Desa Labanobol nenas.

”Untuk itu saya meminta para camat dan PKK tingkat Kecamatan untuk terus mengkawal anggaran disana perintakan desa- desa tadi karena kalian adalah kordinatornya,” tegasnya.

(tim  kominfo Lembata)

 

Foto: Kaum Ibu di Lembata yang tergabung dalam wadah Tim Penggerak PKK yang selalu berminta dengan Pemkab Lembata membangun daerah ini. (Foto: Istimewa)

Komentar ANDA?