Di tengah- tengahmu ada seorang yang tidak kamu kenal

0
532

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu Pekan III Masa Adven, 17 Desember 2023. Bacaan: Yesaya 61: 1-2a, 10-11 dan 1Tes 5: 16-24 dan Injil  Yoh 1: 6-8, 19-28

Sejak awal bulan Desember sudah semakin banyak toko yang ramai menjual pernak pernik pesta natal. Para simpatisan dan peminat pelan pelan mulai digiring untuk menyongsong masa natal. Kini di lingkungan rumah warga sekitar pun tak mau ketinggal. Semarak merdu natal itu semakin terasa ketika alunan lagu-lagu bernuansa natal diperdengarkan. Indikasi ini dengan sendirinya hendak menunjukan bahwa suasana natal semakin dekat dirasakan.

Gereja katolik hari ini memasuki minggu ketiga masa adven yang biasa dikenal dengan nama Minggu Gaudete atau minggu sukacita. Lilin adven ketiga yakni Lilin Gembala dinyalakan sebagai simbol sukacita di tengah masa pertobatan. Sebab Almasih yang dinubuatkan dan masih dinantikan kedatangan-Nya itu kini sudah semakin dekat. Masa penantian yang lama ditunggu tunggu akan terpenuhi dengan segera. Kehadiran Imanuel, Allah beserta kita yang dijanjikan segera digenapi.

Nabi Yesaya melukiskan secara indah karya Roh Tuhan dalam bacaan pertama. Lantaran Allah telah mengenakan pakaian keselamatan pada diri nabi dan menyelubungi dia dengan jubah kebenaran maka dia harus berani bersaksi. Atas semangat itu nabi Yesaya tak tinggal diam melainkan dia memberitakan kabar gembira keselamatan kepada mereka yang hidup dalam derita sengsara, yang ditawan dan dipenjarakan akan dibebaskan. Pada saatnya Allah akan tunjukan fakta kebenaran itu lewat sukacita yang dinikmati bangsa manusia di atas muka bumi.

Selama hidup kita manusia tak akan pernah luput dari godaan dan dosa. Kita perlu memahami baik kenyataan hidup dalam pesan firman hari ini selagi hidup agar mampu menyiapkan diri secara pantas saat Tuhan datang mengunjungi kita. Dari sebab itu Rasul Paulus mengajak kita juga agar menjauhkan diri dari berbagai bentuk kejahatan. Itu berarti kita meremehkan apa yang sudah dinubuatkan Kitab Suci bahkan kita memadamkan Roh Allah dalam diri.

Kita diundang agar dalam suasana sukacita kita mampu membuka diri menerima Yesus. DIAlah kabar sukacita yang membebaskan memasuki tahun rahmat Tuhan. Tidak berarti kita berlaku cuek tapi sebaliknya menanggapinya momen ini dengan doa dan tobat. Pada waktunya jalan hidup kita terbuka bagi rahmat Tuhan. Konsekuensinya tentu kita harus berlaku jujur untuk beriman, rendah hati dan taat. Jika kita mampu membangun semangat pertobatan maka kita harus berani memperbaiki segala cacat celah yang menggerogoti hati dan menjadikannya tak berdaya. Sejatinya sikap apa yang harus saya jalani untuk membuat reformasi diriku sendiri?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu buat semuanya. Jikalau ADA, Bersyukurlah. Jika TIDAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGI LAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?