Dian Aman, Terpidana TPPO Langsung Dieksekusi di Lapas Wanita Kupang

0
649

NTTsatu.com -KUPANG – Diana Aman alias Diana Chia alias Mam Dian yang dijemput di Medan, Sumatera Utara setelah berhasil ditangkap. Tiba di Kupang dia langaung dieksekusi jaksa eksekutor Kejati NTT sebagai terpidana perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking.

Wakajati NTT Rusdi Hadi Teguh yang mengatakan, Diana Aman dieksekusi di Lapas Wanita Kelas III Kupang.

Rusdy menyampaikan, Diana Aman sudah dibawa dari Medan melalui Bandara Kualanamu ke Jakarta, dan akan langsung dibawa ke Kupang menggunakan penerbangan Batik Air pukul 03.00 dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten.

“Terpidana Diana Aman tiba di Bandara El Tari langsung dieksekusi ke Lapas Wanita,” kata Rusdi.

Tampak ikut menjemput Diana Aman di Bandara El Tari, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan, Kasi Tipidum Kejari Kota Kupang Henderina Malo, Kasi “A” M. Khuzeini, didampingi staf Edy Sukarman.

Sementara, Diana Aman dibawa tim Kejati NTT yang dipimpin jaksa Sukwanto dan perwakilan dari Kejari Kupang, jaksa fungsional Vinsensius Tampubolon dan staf Seksi Tipidum Yansen Bureni.

Sekadar tahu, Diana Aman ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara, oleh pihak Kantor Imigrasi Klas II Tanjung Balai Asahan saat hendak berangkat ke Malaysia, Kamis (30/8) malam. Dia langsung dibawa ke Kejati Sumatera Utara.

Diana Aman adalah terdakwa perkara TPPO dengan korban Yufrinda Selan, yang melarikan diri setelah majelis hakim yang menyidangkan dan mengadili perkaranya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang mengabulkan permohonan penangguhan/pengalihan status penahanannya dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota.

Peralihan status penahanan terdakwa oleh majelis hakim ini diduga sarat kepentingan.

Sebelumnya, Humas PN Kelas 1A Kupang Jimmy Tanjung Utama, sampaikan, penetapan tahanan kota bagi Diana Aman karena majelis hakim mendapat surat permohonan dari penasihat hukum terdakwa dengan alasan yang bersangkutan sakit saraf sehingga mengonsumsi banyak obat.

Akan tetapi, penetapan itu sudah dicabut majelis hakim karena terdakwa tak hadir di sidang tuntutan sebanyak tiga kali.

Diberitakan sebelumnya, status penahanan Diana Aman dialihkan dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota karena alasan sakit.

Majelis hakim yang diketuai Nuril Huda didampingi hakim anggota Jimmy Tajung Utama dan Fransiska Nino mengeluarkan penetapan penahanan kota untuk terdakwa Diana Aman, Nomor 12/Pen.Pid Sus/2017/PN Kpg, tanggal 14 Maret 2017. Sejak saat itu, Diana Aman langsung menghilang dari Kota Kupang.

Penetapan majelis hakim bagi Diana Aman hanya karena dirinya diduga sakit. Namun dalam surat penetapan majelis hakim tersebut, sakitnya tidak dijelaskan secara rinci. Diana Aman juga menjadi buronan kasus TPPO oleh penyidik Reskrim Polres Kupang. (oasepapua/bp)

 

Foto: Terpidana Dian Aman menutup wajahnya saat dijemput (foto: ist)

Komentar ANDA?