Pelestarian Budaya Manggarai Timur Butuh Partisipasi Masyarakat

0
419

NTTsatu.com — BORONG — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, melakukan pertemuan dengan penggiat kebudayaan, di Cafe 33 Peot, Jumat (2/72021). Dalam kegiatan itu, dinas mensosialisasikan syarat, prosedur, kategori, dan kriteria AKI itu diadakan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pelestarian budaya daerah.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Matim, Albertus Rangkak, mengatakan, materi kebudayaan harus menjadi Mulok pada jenjang pendidikan baik formal maupun non formal.

Ia melanjutkan, perlu partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan, sesuai tagline yaitu gotong royong membangun kebudayaan.

“Pendukung kebudayaan jangan menjadi vandalisme. Sebaliknya perlu menghargai. Biarkan kebudayaan tumbuh dan berkembang sesuai dengan aslinya. Dalam kaitan dengan pariwisata, biarkan kebudayaan hidup bukan karena ada pariwisata, melainkan pariwisata berkembang karena ada kebudayaan. Karena sesungguhnya wisatawan yang datang ke suatu daerah karena ada perbedaan budaya. Mereka datang untuk mempelajari budaya,” ujar Albertus saat membuka kegiatan itu, Jumat siang.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Matim, Frans Bukardi, menjelaskan, kegiatan itu dilakukan untuk mendorong para penggiat kebudayaan daerah agar berpartisipasi atau mengambil bagian dalam kegiaatan anugerah kebudayaan Indonesia (AKI).

AKI, lanjut dia, merupakan pengakuan eksistensi para penggiat kebudayaan sekaligus mengapresiasi hasil karya, dedikasi, dan komitmen kuat mereka terhadap upaya-upaya pelestarian kebudayaan daerahnya masing-masing.

Ia menyebut, beberapa kategori yang ditawarkan dalam pagelaran AKI tahun 2021 yaitu perorangan, lembaga, komunitas, media, dan remaja. Kriterianya meliputi pelopor, pembaru, dan pencipta. Lebih lengkapnya dapat mengunjungi website kemendikbudristek di anugerahkebudayaan.kemendikbud.go.id

Dirinya berharap agar para penggiat kebudayaan Manggarai Timur memanfaatkan even itu sebagai kesempatan untuk memperkenalkan diri di tingkat nasional. (*/tim)

Komentar ANDA?