Ratusan Hektar Tanaman Rusak Berat, Sikka Darurat Banjir 14 Hari

0
617
NTTsatu.com — MAUMERE — Ratusan hektar tanaman pertanian milik warga yang ada di tiga kecamatan di Kabupaten Sikka Nisa Tenggara Timut rusak berat akibat diterjang banjir beberapa hari belakangan ini

 

Kepala BPBD kabupaten Sikka, Daeng Bakir melaluisekretarisnya mengatakan, saat ini baru tiga kecamatan yang tanaman pertanian rusak berat yakni Kecamatan Magepanda diperkirakan 70 puluhan hektar. Kemudian, Mego sekitar 70 puluhan hektar dan Waigete 20 puluhan hektar

“Kita belum melakukan pengukuran langsung lahan pertanian yang rusak agar memperoleh data yang akurat. Tetapi untuk sementara kita taksir di tiga kecamatan itu, diperkirakan ada ratusan hektar tanaman pertanian yang rusak akibat diterjang banjir,” papar Avelinus, Selasa (19/1).

Ia mengaku sekitar ratusan hektare lahan pertanian yang rusak itu ditanami jagung, padi, pisang dan ubi kayu. Semuanya rusak akibat diterjang banjir karena beberapa kali yang ada di wilayah itu meluap hingga merendam lahan pertanian.

Hal ini sebabkan beberapa hari di Kabupaten Sikka dilanda hujan besar. “Rata-rata tanaman pertanian yang rusak ini baru tumbuh seperti jagung dan padi. Bisa-bisa gagal panen karena usia tanaman itu baru tumbuh dan terendam banjir. Ini baru tiga kecamatan. Kecamatan yang lain belum ada laporan ke kita,” papar Avelinus.

Selain lahan pertanian rusak, kata Avelinus, ada beberapa fasilitas rusak akibat banjir ini seperti jembatan gantung dan beberapa crossway yang ada di Kabupaten Sikka.

Ia juga mengaku akibat banjir ini, ada satu warga yang meninggal diseret air.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo telah menyatakan Kabupaten Sikka darurat bencana selama 14 hari. Dalam surat tersebut Bupati Sikka menyatakan bahwa telah terjadi hujan lebat, disertai angin kencang dan gelombang pasang sehingga terjadinya banjir, tanah longsor, dan abrasi pantai yang melanda 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Dampaknya terjadi kerusakan rumah penduduk, tanaman pertanian, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. “Surat Sikka darurat bencana sudah keluar dari dua hari lalu. Saat ini kita masih melakukan pendataan semua kerusakan,” papar dia. (*/ino/gan)

Komentar ANDA?