Diduga Bekingi Judi, PMKRI Maumere Minta Kapolres Sikka Dicopot

0
1273

NTTsatu.com – MAUMERE –  Puluhan aktivis mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere mendatangi Mapolres Sikka dan mendesak agar Kapolres Sikka menangkap bandar judi.

“Terkait isu perjudian di kabupaten Sikka dan berdasarkan data inveestigasi dari PMKRI Maumere ternyata benar.Daan kamisandingkan dengan demo hari ini teryata benar Kapolres Sikka telah menerima upeti dari bandar judi,” sebut Benediktus Rani, ketua demisioner PMKRI cabang Maumere,Senin (17/12/2018).

Dikatakan Rani,dalam waktu dekat kami akan bongkar data tersebut dan kemudian publik juga harus tahu bahwa yang tidak benar itu sebenarnya bukan bandar judi tetapi kapolres dan anggota polisi di Sikka.

Sebenarnya boleh dikatakan intimidasi sebab saat kami diminta beraudensi dengan dengan kapolres Sikka di dalam ruangannya ada oknum polisi yang meminta saya berbicara pelan.Seolah-olah dia pimpinan dan meminta syaa bicara pelan.

“Memangnya dia siapa, padahal di dalam ruangan audensi kan kita harus bicara keras.Mungkin anggota polisi ini gagal paham sehingga butuh semacam rekoleksi lah,katakanlah begitu,” ujarnya.

Hari ini tegas Rani,PMKRI datang dan mendesak untuk memberantas perjudian tetapi besok PMKRI akan datang lagi dengan tuntutan mendesak kapolri agar mencopot kapolres Sikka. Dirinya diduga membekingi perjudian di Sikka dan salah satu yang membekingi perjudian.

Di dalam orasi di halaman Mapolres Sikka Rani berkali-kali meminta agar kapolres Sikka beraudensi dengan PMKRI Maumere.Bahkan beberapa kali perwakilan mahasiswa yang berdialog dengan wakapolres dan utusan polres Sikka tidak menemui kata sepakat.

“Kami bicara baik-baik dan mau berdialog tetapi saat saya masih didalam dan bicara ada oknum polisi membentak saya.Kami tidak terima dan saya pun keluar ruangan kapolres dan meminta agar anggota yang membentak kami menjelaskan maksudnya dan meminta maaf.Apa alasannya sehingga membentak saya,” tegasnya.

Rani berkali-kali melalui pengeras suara dari atas mobil pick up di halaman Mapolres Sikka meminta agar memanggil polisi yang membentak dirinya dan bersama kapolres Sikka untuk melakukan audensi di luar ruangan.

“PMKRI tidak boleh bicara di luar ruangan, berarti ada apa, ada konpirasi yang terjadi.Kami mau audensi tetapi kenapa dibentak.Bisa jadi hari ini kami tahu bahwa Kapolres Sikka memback up perjuadian di kabupaten Sikka,” ungkapnya.

PMKRI Maumere tandas Rani, datang ke Polres Sikka bukan untuk kepentingan siapa-siapa tetapi ini demi kepentingan seluruh masyarakat kabupaten Sikka.Pihaknya kecewa ketika mencari kebenaran,ada intimidasi yang terjadi.

“Kami merasa dirugikan dan dilecehkan secara lembaga.Dan bila kami tidak audensi dengan kapolres Sikka hari ini maka kami akan datang lagi berdemo ke Mapolres Sikka untuk meminta agar kapolres Sikka dicopot karena membekingi perjuadian,” sebutnya.

PMKRI Maumere pun meminta waktu 10 menit dan tidak dituruti sehingga para mahasiswa pun kembali ke kantornya.PMKRI pun berjanji akan terus membangun wacana dan opini bahwa kapolres Sikka membekingi perjudian di kabupaten Sikka.

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang,SIK kepada media usai demo mengatakan,perjudian yang didepan mata akan ditangkap. Meengarah ke siapa dirinya pun akan tangkap.

Ketika ditanya wartawan RT disebut oleh pengepul yang telah ditangkap bahwa dirinya bandar judi,kapolres katakan buktinya apa bahwa RT itu bandar.Sekarang untuk membuktikannya kesana apa alat bukti yang dibutuhkan.

“Tidak boleh ada saksi saja,harus ada alat bukti lain.Makanya itu yang kami kejar,” tegas kapolres Sikka.

Ada tudingan bahwa kapolres menerima uang dari bandar,tanya wartawan, Rickson katakan,siapa yang mengatakan.Saat disebut, nama anggota DPRD Sikka yang omong, kapolres kembali tegaskan, kalau orang itu yang ngomong tanya saja kepada dia.

“Kalau orang itu yang omong tanya saja kepada dia jangan ke saya.Kan saya tidak omong apa-apa.Kalau dia yang ngomong wartawan tanya saja ke dia jangan ke saya, saya kan tidak ngomong apa-apa,” tuturnya.

Kapolres pun kembali berbicara keras saat dikatakan wartawan WW pengepul kupon putih  saat ditangkap dan diwawacarai wartawan menyebutkan nama bandarnya. Tetapi kenapa malam itu tidak digeledah dan dilakukan setelah 24 jam.

Malam itu dia omong tidak? Omong sebut wartawan, kapolres bertanya lagi,kok kamu tahu.Kami wawacara dia di Polres kata wartawan,Kapolres pun berkata,dia bicara ke wartawan dan saya katakan buktinya mana,jangan cuma omong tapi sampai di sana tidak ada buktinya.

Cara membuktikannya bisa langsung geledah sekalian saja bandaranya ucap wartawan, Rickson menegaskan,inilah kalau kalian yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang penyidikan saya mau omomg apa.Ilmu penyidikan itu tidak segampang yang kalian sampaikan begitu. (bed)

========

Foto :  PMKRI Sikka saat berdemo di halaman Mapolres Sikka sambil berorasi karena batal melakukan audensi dengan kapolres Sikka. (Foto : Ebed de Rosary)

Komentar ANDA?