Jumlah Korban Jiwa Bencana Alam di NTT 138 jiwa, Mengungsi 32.966

0
801
NTTsatu.com — KUPANG — Hingga Kamis, (7/4/2021) sekitar pukul 23.00 WITA, jumlah korban yang meninggal akibat bencana Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 138 orang, Jumlah itu, diakumulasi dari semua Kabupaten/Kota se-NTT. Sedangkan yang hilang, luka-luka 130 orang. Jumlah pengungsi 2.180 kepala keluarga (KK) atau 32.966 jiwa.

Demikian disampaikan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Jelamu, kepada wartawan di Kupang, Kamis (8/4/2021).

Sementara yang terdampak sebanyak 5.272 kepala keluarga, atau 9.378 jiwa, rumah rusak 5.471 unit, yakni rusak berat 1.425 unit, dan rusak ringan 204 unit, rusak sedang 225 unit.

Dia merincikan jumlah korban, terdampak dan rumah rusak per kabupaten/kota, yaitu Kota Kupang, jumlah meninggal 1 orang, terdampak 743 KK atau 2.190 jiwa, rumah rusak 657 unit, rusak sedang 10 unit; kabupaten Kupang meninggal lima orang, kabupaten Flores Timur yang meninggal 67 orang, hilang enam orang, luka-luka 54 orang, mengungsi 1.361 jiwa. Sedangkan rumah rusak 97 unit, rusak berat 82 unit dan rusak ringan 34 unit.

Selanjutnya, kabupaten Malaka, meninggal empat orang, mengungsi 5.284 orang, rumah hanyut 424 unit; kabupaten Lembata jumlah yang meninggal 32 orang, hilang 35 orang, luka-luka 48 orang, pengungsi 958 orang.

Jumlah rumah yang rusak di kabupaten Lembata, yaitu rusak berat 224 unit, rusak ringan 75 unit, rusak sedang 15 unit; kabupaten Ngada meninggal satu orang, luka-luka tiga orang, yang terdampak 214 jiwa, rumah rusak berat 66 unit, rusak ringan 50 unit, dan rusak sedang satu unit.

Kabupaten Sumba Barat, jumlah pengungsi 67 kepala keluarga atau 288 jiwa, rumah rusak 54 unit; Kabupaten Sumba Timur jumlah pengungsi 803 KK, 7.212 jiwa, yang terdampak 1.919 KK, rumah rusak berat 250 unit; Sumba Tengah rumah rusak 21 unit; kabupaten Ende meninggal satu orang, terdampak 346 KK, rumah rusak berat 17 unit, rusak ringan 45 unit, rusak ringan 18 unit, Rote Ndao 153 KK atau 672 jiwa. Jumlah rumah yang rusak 141 unit, terdiri atas rusak berat 12 unit.

Sedangkan kabupaten Sabu Raijua, meninggal 2 orang; Alor meninggal 25 orang, hilang 20 orang, luka-luka 25 orang, yang terdampak tujuh KK atau 18 jiwa, rumah rusak 360 unit, rusak berat 179 unit, rusak sedang 180 unit, dan kabupaten Belu, jumlah pengungsi 153 KK, terdampakn150 KK atau 152 jiwa, rumah rusak berat tiga unit.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang terdampak 450 KK atau 1.800 jiwa, rumah rusak berat 150 unit; dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), jumlah pengungsi 708 jiwa, 1.235 KK atau 4.848 jiwa, rumah rusak 395 unit.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, semoga Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan,” kata Marius Jelamu menambahkan. (bp).

Komentar ANDA?