Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat Tetapi Percaya

0
1140

Oleh: Rm Ambros  Ladjar, Pr

*Hari Minggu II Paska, 16 April 2023*. Bacaan. Kisra 2: 42-47 dan 1Petrus 1: 3-9  dan Injil Yoh 20: 19 – 31.

Umat gereja perdana terbentuk berkat iman dan pembaptisan. Ciri khas yang terlihat ialah tiap hati mereka berdoa di Bait Allah. Juga mereka memecahkan Roti di rumah masing-masing secara bergilir. Cara hidup itulah yang ditunjukan Petrus dan teman-temannya dalam komunitas perdana. Model kehidupan seperti ini sungguh menarik publik.

Beberapa tahun lalu tepat pada Paska kedua tahun 2000 telah dirayakan sebagai Hari raya Kerahiman Ilahi di Minggu terakhir oktaf Paska. Memang selama Pekan suci, kita sudah renungkan wafat Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa kita dan pada hari Raya Paska, Kebangkitan Kristus mau memberikan kita semangat baru. Semua peristiwa yang dialami Yesus merupakan bukti nyata Kerahiman Allah bagi kita.

Seiring kemajuan zaman Sta. Faustina memberikan kita gambaran baru tentang Yesus yang bangkit dengan lambung-Nya tetap terbuka. IA mengalirkan warna warni cahaya: Putih, Merah dan biru demi menyucikan dunia yang timbul tenggelam dalam gelimang dosa. Itulah tanda Kerahiman Ilahi yang sesuai narasi injil Yohanes tadi. Yesus yang bangkit dan menampakan diri-Nya menghadirkan *Shallom*, atau *Damai sejahtera* bagi para murid yang galau lantaran takut dan bersembunyi.

Ketika penampakan Yesus, Thomas tak hadir. Pada waktu para rasul lain beritau dia tentang Yesus yang bangkit menjumpai mereka, dia tidak percaya. Yesus tak mencela atau menghukum mereka yg telah menyangkal DIA dan lari cari selamat. Sebaliknya Yesus mengampuni salah mereka seraya mengutus mereka agar pergi jadi duta kerahiman. Mereka harus mewartakan pengampunan dosa kepada semua orang. Delapan hari kemudian Yesus tunjukan belas kasihan-Nya kepada Thomas atau Didimus yang ragukan kebangkitan itu

Menyangkal kebangkitan berarti mengingkari Keilahian Yesus. Padahal inti iman kita terletak pada kebangkitan yang membuka jalan menuju keselamatan semua orang. Yesus menegur Thomas dengan lembut dan meminta dia agar mencucukan jarinya ke dalam lambung Yesus. Thomas tanggapi tindakan belas kasih Tuhan ini dengan pengakuan iman yang luar biasa dalam *ya Tuhanku dan Allahku*. Atas pengakuan itu maka Yesus benahi iman mereka dan menjadikan mereka sarana keselamatan. Bersama rasul Thomas, Yesus mengutus mereka pergi mewartakan injil dan pengampunan dosa.

Gereja kita kini didominasi kaum milenial yang beriman maka wajib hukumnya ialah saling mengasihi. Kita mesti saling membimbing serta menguatkan ketika mengalami aneka cobaan dan keraguan iman. Seturut pesan rasul Petrus semakin banyak kaum beriman yang alami keraguan & krisis iman akibat didera penderitaan, pengkianatan dan kegagalan. Mereka lari kepada kekuatan dunia dan mengira bahwa kuasa manusia lebih besar dari Tuhan ternyata hidup semakin merana. Semakin lengkap diperparah pengaruh meluasnya gagasan, ide dan ajaran subyektif di medsos tambah membingungkan.

Dasar persekutuan kita adalah komunitas beriman kristiani yang dibangun Yesus. Indikasi utamanya adalah kita saling percaya, saling mengasihi bukan saling meremehkan. Karena kita telah mendapat dari Tuhan anugerah kemampuan untuk memperjuangkan, terus mempertahankan serta menyerukan kebenaran firman. Biarpun demikian tapi tak selamanya warta itu didengarkan orang. Yesus tetap terus menampakkan Diri-Nya agar kita sanggup membawa pesan pertobatan kepada semua orang yang belum percaya.

Kerahiman Ilahi pada intinya mau mengarahkan pikiran dan hati kita kepada sengsara dan wafat Kristus sebagai tanda pengurbanan diri. DIA yang terluka di salib dan lambung-Nya mengalirkan air dan darah adalah tanda DIA menyelamatkan kita. Sebab itu kita harus berbenah diri sesuai acuan belas kasih Ilahi yang tercurah atas kita. Biarpun telah mengingkari kebaikan Tuhan & mencemari cara hidup, tapi Tuhan setia mengampuni kita. Hal praktis apa yang bisa kulakukan untuk bantu sesama keluar dari krisis iman?

*Salam Seroja, Sehat Rohani dan Jasmani* di Hari Minggu Masa Paska. Alleluia buat semuanya. Tetap taat untuk menjalankan Prokes. Jika ADA, Bersyukurlah. Jika TAK ADA, BerDOALAH. Jikalau BELUM ada, BerUSAHALAH. Jikalau masih KURANG Ber- SABARLAH. Jika LEBIH maka BerBAGILAH. Jika CUKUP, berSUKACITALAH. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga anda dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin🙏🙏🙏🌹🌹✝️🪷🪷🤝🤝🎁🛍️💰🍇🍇🇮🇩🇮🇩

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?