Kasus Ratna Sarumpaet, Pembohongan Publik dan Dampaknya

0
335

OPINI

*) Oleh: Andreas Hugo Pareira

 

Ulah Ratna Sarumpeat (RS) telah mengundang reaksi publik yang. Berikut ini akan diulas beberapa hal yang bisa memberikan pandangan yang jernih terhadap ulah RS tersebut.

Apa dampak dan pelajaran yang bisa diambil dari kasus RS?

Sebuah kebohongan harus diikuti dengan rekayasa kebohongan-kebohongan berikutnya untuk menjelaskan seolah-olah kasus tersebut adalah fakta. Ini terlihat jelas dari seorang RS yang nota bene mantan pemain teater dalam pengakuannya.

Dampak permainan teatrikal RS menyebabkan tokoh-tokoh sekelas Fadlizon dan Fahri Hamzah yang wakil ketua DPR, Amin Rais, Rizal Ramli, Dahnil Simanjuntak, bahkan Sandiaga Uno dan Prabowo yang Cawapres/Capres ikut terjebak dalam permainan kebohongan seorang RS ikut-ikutan memberikan perhatian pada RS di tengah bencana Sulteng yang seharusnya membutuhkan perhatian pemimpin ketimbang kebohongan seorang pemain teater RS.

Lebih parah lagi, politisi Partai Demokrat sekelas Beny K Harman dalam cuitan di twiter pribadinya malah menuduh Jokowi memelihara preman untuk meninju RS.

Kebohongan RS ini telah menyibukan pihak kepolisian, dan menguras perhatian publik yang seharusnnya lebih memperhatikan kasus bencana di Sulteng.

Dari kasus RS seharusnya menyadarkan kita bahwa memang ada individu maupun kelompok-krlompok tertentu yang memang bekerja memproduksi kebohongan untuk disebarkan dan mengacaukan publik.

Kasus Ratna Sarumpaet (RS) menyadarkan kita betapa kejinya rekayasa informasi yang dibuat oleh seorang RS didukung oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan-kepentingan berkampanye, mendiskreditkan pihak lain, termasuk mem-black campaign presiden Jokowi, seolah-olah Jokowi lah yang memerintahkan orang untuk menganiaya Ratna Sarumpaet. Semoga mereka-mereka yang juga terjebak dalam kebohongan RS juga berani meminta maaf ke publik seperti RS.

========<

 

*) Penulis Ketua DPP PDI Perjuangan
Anggota Komisi I DPR RI

Komentar ANDA?