Percepat Herd Immunity, BIN NTT Kembali Gelar Vaksinasi Anak di Kota Kupang

0
508

NTTSATU.COM — KUPANG —  Badan Intelijen Negara Daerah Nusa Tenggara Timur (Binda NTT) terus mendukung percepatan herd immunity atau kekebalan kelompok bagi anak-anak usia enam hingga sebelas tahun.

Rabu, 5 Januari 2022, BIN NTT gencarkan pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) di sejumlah tempat, yakni SD Negeri Oebobo 1, SD Negeri TDM, SD Negeri Oesapa Kecil 1, dan SD Nasipanaf, Kota Kupang.

Tampak, ratusan anak-anak memenuhi tempat vaksinasi yang didampingi oleh para orang tua/wali dan para guru. Mereka (anak-anak) divaksin jenis Sinovac oleh Tim Medis dari Rumah Sakit Wirasakti dan Tim Medis BIN dengan target 1000 dosis.

Salah seorang tua wali siswa yang tidak mau ditulis namanya mengaku bangga. Sebab, setelah menanti sekian lama, pada akhirnya anaknya divaksin,” ungkapnya di SD Inpres Oebobo 1.

Koordinator BIN Kota Kupang, Ary Udayana mengatakan, tujuan dilaksanakan vaksinasi selain mempercepat herd immunity, adalah mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka seratus persen di setiap sekolah.

Ary menyebutkan, selama lima hari (mulai dari kemarin (4/1/2022) BIN NTT di Kota Kupang melaksanakan vaksinasi bagi anak-anak usia enam hingga sebelas tahun dengan target 5000 dosis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan apresiasi kepada Badan Intelijen Negara Nusa Tenggara Timur usai membawakan sambutan di SD Inpres Liliba di hadapan para orang tua, para guru, dan ratusan anak-anak SD yang akan divaksin, Rabu,  5 Januari 2022, sekitar jam 08.53 WITA.

Dia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pekerjaan luar biasa yang dikerjakan oleh BIN, bekerja sama dengan Rumah Sakit Wirasakti, sangat membantu bagi dinas pendidikan, bagi Pemerintah Kota Kupang, bagi masyarakat, bersama-sama bergandeng tangan bersama dinas kesehatan melaksanakan vaksinasi bagi siswa-siswi di Kota Kupang.

” Bagi kami dinas pendidikan itu, seperti permainan bola. Bola ada di depan gawang, kita tidak tunggu straiker (striker- red). Straikernya kan dinas kesehatan, lalu BIN datang dan mau menendang bola untuk gol, kenapa kita bilang jangan? Jadi, ketika teman-teman BIN datang mengajak dinas pendidikan untuk melakukan vaksinasi, saya bilang, siap,” tutur Djami.

Ia menyebutkan sekitar kurang lebih seratus enam puluh lebih Sekolah Dasar di Kota Kupang. Dan, sekitar delapan belas (18) sekolah yang telah melaksanakan vaksinasi. Oleh itu, ia berharap agar satu dua minggu ke depan, kalau bisa pelaksanaan vaksinasi dapat diselesaikan.

Djami menjelaskan bahwa berdasarkan SKB empat menteri, guru dan siswa-siswi harus divaksin tahap pertama dan kedua baru boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka seratus persen. Di Kota Kupang, SMP akan melaksanakan pembelajaran tatap muka seratus persen karena rata-rata sudah divaksin kedua. (eman)

Komentar ANDA?