Tahbisan Uskup Ruteng Kental Nuansa Adat Manggarai

0
498

NTTsatu.com – RUTENG – Mgr Siprianus Hormat, Pr, dikukuhkan sebagai Gembala Umat Katolik Keuskupan Ruteng, dalam Misa Tahbisan Uskup Ruteng di Gereja Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/3/2020). Mgr Siprianus Hormat ditahbiskan oleh Kardinal Ignatius Suharyo.

Seperti disaksikan, Misa Tahbisan Uskup Ruteng ini kental dengan nuansa adat Manggarai. Sebagian besar lagu yang dibawakan untuk memeriahkan Misa Tahbisan ini adalah lagu – lagu berbahasa Manggarai, yang dibawakan koor gabungan semua paroki dalam Kota Ruteng. Seluruh anggota koor juga tampak mengenakan busana adat Manggarai.

Bukan itu saja. Seluruh Uskup yang hadir dalam Misa Tahbisan ini terlihat mengenakan Kasula dengan motif songket Manggarai. Sebagian umat yang hadir juga tampak mengenakan busana adat Manggarai.

Diketahui, Mgr Siprianus Hormat ditunjuk Vatikan sebagai Gembala baru di wilayah yang meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 13 November 2019 lalu. Selanjutnya, Kamis (19/3/2020), Mgr Siprianus Hormat ditahbiskan sebagai Uskup Ruteng.

Foto: Para Uskup dari Seluruh Indonesia hadir dalam tahbisan uskup Ruteng

Misa Tahbisan Uskup Ruteng ini sempat dilarang pemerintah melalui surat yang dilayangkan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. Larangan tersebut karena khawatir dengan penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

Seperti diketahui, sejak tahun 2017 lalu Keuskupan Ruteng dipimpin sementara oleh Uskup Denpasar Mgr Silvester San, Pr. Penunjukkan Mgr Silvester sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng menyusul pengumuman pengunduran diri Mgr Huber Leteng, pada tanggal 11 Oktober 2017.

Setelah dua tahun dipimpin Administrator Apostolik, Keuskupan Ruteng akhirnya resmi memiliki Gembala yang baru, yakni Mgr Siprianus Hormat. Mgr Siprianus Hormat lahir di Cibal, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tanggal 16 Juli 1966.

Ia menyelesaikan di SDK Ri’i (1974-1980) serta SMP dan SMA Seminari Pius XII Kisol (1980-1986). Selanjutnya pada tahun 1987-1991, Mgr Siprianus Hormat menempuh pendidikan di STFK Ledalero, serta studi teologi di kampus yang sama pada tahun 1993-1995.

Mgr Siprianus Hormat, Pr. (istimewa)

Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1995, dan ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng dan menjadi Pastor Kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng, hingga tahun 1996.

Tahun 1996-1997, Mgr Siprianus Hormat menjadi pastor pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya tahun 1998, menjadi Pastor Rekan Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pada tahun 1999-2001, ia menempuh studi Universitas Lateran, Italia (Licenciat) serta Kursus Formasi di Gregoriana (2001-2002). Kemudian pada tahun 2002-2012 menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.

Pada saat bersamaan tahun 2003-2012, Mgr Siprianus Hormat juga menjadi staf pengajar STFK Ledalero. Ia juga menjadi dosen tamu di STKIP St Paulus Ruteng yang sekarang berubah status menjadi Unika St Paulus (2007-2011).

Sejak tahun 2012, Mgr Siprianus Hormat hijrah ke Jakarta, menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan Sekretaris Harian BKBLII KWI. Mgr Siprianus Hormat juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014. Pada November 2016, dalam forum sidang tahunan KWI, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI. (*/bp)

Komentar ANDA?