16 Atlit Penyandang Cacat Asal NTT Ikut National Paralympic Indonesia

0
113
Foto: Peserta National Paralympic Indonesia foto bersama Gubernur NTT

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta para atlet yang akan berlaga di Peparnas NTT tanggal 12 Oktober 2016 besok  untuk bertanding dengan sunguh-sungguh.  Meskipun  para peserta lomba berstatus sebagai penyandang cacat.

“Semoga  kekuranganmu  menjdi berkah untuk semua orang dan Saya tidak memaksa untuk membawa medali  ke NTT tapi saya selalu meminta agar tetap berjuang dengan sepenuhnya, memanfaatkan daya dan kekuatan dalam diri untuk meraih prestasi.  Prestasi yang diraih menunjukkan harga diri pribadi, harga diri cabang olahraga , dan harga diri daerah. Hal ini dapat dijadikan sebagai motivasi diri. Tidak ada prestasi yang diraih tanpa perjuangan. Jalani kompetisi yang ada dengan memanfaatkan potensi yang ada sampe pada tingkat nasional”, ungkap Lebu Raya.

Pernyataan tersebut disampaikannya ketika beraudiens dengan Pengurus National Paralympic Commite Indonesia dan acara  pelepasan  16  Atlet NTT pencandang cacat yang akan berlaga di Bandung Jawa Barat, Selasa (11/10) di Ruang Rapat Gubernur NTT.

Ke-16 atlet tersebut berpartisipasi dalam cabang olahraga atletik. Jumlah atlit sebanyak 16 orang yang terdiri dari putra 12 orang dan putri 4 orang. Cabang olahraga yang diikuti adalah atletik, lomba lari 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m, 5000 m.

Cabang lainnya adalah tolak peluru, lempar lembing, lompat jauh dan yang terahkir adalah lari estafet 4 x 100 m dan 4 x 400 m.

Dari 16 atlit jumlah atlit tuna netra berjumlah 2 orang  putra , tuna rungu wicara berjumlah 4 orang yang terdiri dari 3 orang putra dan 1 putri, tuna grahita berjumlah 7 orang yang terdiri dari 5 orang putra dan 2 orang putri, tuna daksa berjumlah 3 orang yang terdiri dari 2 orang putra dan 1 orang putri. Jumlah pelatih 3 orang, oficial 3 orang dua diantaranya adalah Jesmina Hana Kore dan Lambertus Sabon, manager 1 orang dan tim ajun 1 orang. Jadi jumlah seluruh peserta National Paralympic Indonesia berjumlah 27 orang.

Secara khusus, Gubernur meminta para atlet agar mempersiapkan diri secara baik sebelum bertanding. “Jaga kesehatan dan pola makan. Istirahat yang cukup, tidak boleh begadang. Siapkan diri, konsentrasi untuk bertanding. Jaga kekompakan dan sportivitas,” harap  Gubernur sembari menjelaskan bahwa Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga, Nahor Talan yang akan mendampingi para atlet di perlombaan Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Ditambahkan Gubernur, Pemerintah Daerah akan segera   berkoordinasi dengan Paguyuban Flobamora Bandung untuk memberikan dukungan kepada para atlet NTT yang bertanding.

Kepada para atlet, gubernur berpesan  bahwa para atlet tetap optimis,

“Menghadapi lawan  luar negeri saja bisa apalagi dalam negeri,  Saya pasti beri hadia, tapi  sebelumnya akan dibahas bersama dahulu,” kata Lebu Raya.

Pada kesempatan yang sama Ketua  Rombongan Viktor Halengki Haning ketika meperkenalkan satu persatu nama atlet yang akan bertanding esok hari di Bandung Jawa Barat mengaku sangat bangga.

Dari ke 16 atlet ini ada beberapa atlet yang telah mengharumkan nama NTT hingga ke tingkat nasional. Hal ini yang membuat Viktor Haning yakin akan memperoleh 3 Medali Emas,2 perak, 4 perunggu.

“Saya mengatasnamakan rombongan meminta keterwakilan Pemerintah Provinsi NTT untuk ikut didalam perlombaan ini. Inilah keterbatasan kami tapi kami datang untuk mengharumkan nama NTT,” katanya.

Viktor mengharapkan insan pers dan media agar tetap mengawal kegiatan ini dan terus memberikan motivasi bagi para atlet dan dukungan penuh dari masyarakat NTT.

Para peserta yang akan mewakili NTT untuk berlomba di Jawa Barat adalah hasil seleksi  atlit tahap pertama berjumlah 42 orang, tahap II 28 orang dan seleksi tahap III dikondisikan dengan keadaan anggaran yang ada sehingga jumlah ahkirnya adalah 16 peserta. Atlet yang berasal dari  TTS 5 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Flores Timur 1 orang, dan Rote Ndao 1 orang. (humas setda NTT)

Komentar ANDA?