Gubernur NTT Ajak Pelaku Usaha Investasi Pariwisata NTT

0
192
Foto: Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera memukul gong tanda dimulainya kegiatan Lomba Foto Bawah Laut yang dilaksanakan di kawasan Telum Maumere

NTTsatu.com – MAUMERE – Maumere – Gubernur NTT Frans Lebu Raya menegaskan saat ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang berproses dalam membangun pariwisata dengan kondisi yang serba terbatas. Dia lantas mengundang investor atau pelaku usaha agar datang ke NTT dan berinvestasi pada sektor pariwisata.

Hal ini disampaikan Frans Lebu Raya pada seremonial pembukaan Foto Bawah Laut yang berlangsung di Pusat Jajanan dan Cinderamata Maumere, Senin (11/9) malam. Karena berhalangan hadir, sambutan Frans Lebu Raya dibacakan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera.

“Bagi masyarakat NTT, pariwisata merupakan sektor ekonomi baru yang belum dikembangkan secara maksimal. Ada banyak keterbatasan antara lain infrastruktur, energi listrik, transportasi dan komunikasi yang membutuhkan pembenahan. Investiasi masih sangat terbatas, karena itu saya undang  investor atau pelaku usaha ke NTT dan investasi di sini,” pinta Lebu Raya.

Untuk meyakinkan itu Frans Lebu Raya mengatakan NTT merupakan salah satu provinsi yang memiliki keanekaragaman destinasi wisata yang tidak kalah eksotiknya dengan provinsi lain di Indonesia. Karunia bentangan alam yang mempesona berpadu dengan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya, memberikan harmonisasi yang indah dalam kehidupan penduduk NTT yang pada dasarnya memiliki pola pikir yang sederhana.

Dia mengatakan berbagai iven digelar untuk menarik minat wisatawan datang berkunjung ke NTT. Dia menyebutkan sederet iven yang digelar Pemprov NTT seperti Festival Film Pendek, Lomba Trekking, Kegiatan Bulan Soekarno di Ende, Tour de Flores yang diikuti berbagai negara di dunia, Festival Tenun Ikat yang diikuti 2017 penenun dan Parade 1001 Kuda Sandelwood di daratan Sumba yang dihadiri langsung Presiden Jokowi.

Kegiatan-kegiatan tersebut katanya, merupakan iven tahunan yang digelar dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke NTT yang merupakan salah satu dari 10 destinasi ungguan yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI.

Terkait Lomba Foto Bawah Laut, Frans mengatakan iven tahun ini sudah diselenggarakan selama 3 tahun berturut-turut. Iven ini digelar dengan tujuan untuk mempromosikan potensi bawah laut yang ada di NTT, sehingga dapat menarik minat wisatawan berkunjung  ke NTT.

Tahun 2014 merupakan tahun pertama penyelenggaraan Lomba Foto Bawah Laut dengan lokasi di Taman Laut Selat Pantar, Kabupaten Alor. Tahun 2015 dilaksanakan di Kabupaten Lembata, tahun 2016 dilaksanakan di Selat Meko Kabupaten Flores Timur, dan tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Sikka.

Kepada masyarakat NTT, Frans Leburaya berpesan dan mengingatkan bahwa aset pariwisata yang sudah dijaga dan dilestarikan selama ini merupakan harta tak ternilai yang tidak muncul begitu saja. Keindahan alam dari Sang Pencipta, akan berkurang pesonanya jika tidak diperhatikan dengan baik.

“Semua anugerah yang kita miliki memberikan decak kagum kepada siapa saja yang melihatnya. Teknologi membuat semua keunikan, keindahan dan pesona yang kita punya terekspos. Memberikan rasa ingin tahu kepada siapa pun yang melihatnya untuk datang dan melihat sendiri dengan mata kepala mereka sendiri keindahan alam dan kebudayaan yang kita miliki,” urainya.

Lomba Foto Bawah Laut digelar pada 11-15 September 2017 dengan mengambil lokasi kawasan Teluk Maumere. Panitia melaporkan, sebanyak 60 peserta yang sudah mendaftarkan diri mengikuti kegiatan ini. Di antaranya terdapat 13 peserta dari luar negeri dan Jakarta. Yang dari luar negeri datang dari USA, Spanyol, Italia, Jerman dan Jepang. (vic)

Komentar ANDA?