Mario Akan Tetap Menjadi Anak Sopir Angkot

0
209
Foto: Mario ketika menghibur warga Kota Kupang, Sabtu 25 Juni 2016 setelah tiba di Kupang

KUPANG. NTTsatu.com – Keberhasilan Mario mengharumkan nama Kupang khususnya dan NTT pada umumnya di kancah music nasional menjadi juara The Voice Indonesia mengaku akan tetap menjadi anak seorang sopir angkot. Artinya Mario tidak akan terjebak dalam kemewahan hidup akibat keberhasilannya ini.

Setelah mencatat kemenangan dalam ajang The Vioce Indonesia, Mario, Sabtu, 25 Juni 2016 kembali ke Kupang menemui orang tuanya dan keluarga serta para penggemar dan mendukungnya.

Ketika tiba di VIP Bandara El Tari Kupang, Mario diterima Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu mewakili Walikota Jonas Salean yang sedang berada di luar daerah. Dari Bandara, Mario diarak keliling Kota Kupang.

Senyuman kegembiraan Mario selalu tersungging dan dia menyapa dengan ramah semua yang menjemputnya di Bandara. Kepada wartawan yang hadir di Bandara, Mario Klau mengakui bakat menyanyinya sudah ada sejak kecil. Bakat itulah yang selalu mendorongya untuk mengikuti berbagai ajang ajang pencarian bakat. Melalui stasiun televise, dia mengetahui informasi tentang ajang The Voice Indonesi. Dia akhirnya mencoba mengikutinya di Jakarta dan berhasil menorehkan kisah membanggakan itu.

“Beta tahu audisi The Voice dati televisi, lalu beta ikut audisi di Jakarta. Puji Tuhan karena Tuhan kasi jalan buat beta untuk ikut The Voice dan akhirnya beta menang,” kata Mario.

Kegembiraan Mario itu memang tidak sanggup diungkapkan dengan kata-kata ketika dia dinobatkan menjadi juara The Voice Indonesia 2016.

Setelah The Voice Indonesia ini, Mario mengkaui telah di kontrak oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional selama lima tahun ke depan dan memiliki manager sendiri.

 

Nasehat Orang Tua

 

Kegembiraan Mario memang sangat dirasakan juga oleh ayahnya Baltasar Klau dan Maria Patricia Gagi  ibunya. Kedua orang tua ini mengharapkan Mario untuk tetap menjadi Mario yang dulu yakni anak seorang sipir angkota walaupun sudah menjuarai The Voice Indonesia.

“Saya minta Mario tetap menjadi Mario yang dulu, tetap murah hati, tidak sombong dan tetap mengingat, kalau dia adalah anak sopir angkot di Kota Kpang,” kata Balthasar.

Sementara Maria Patricia Gagi  ibunda Mario mengakui kalau bakat Mario sudah nampak sejak kecil. Dia selalu menyanyi dan menyanyi setiap saat.

“Mario dari kecil sudah sering nyanyi, saat di kamar mandi saja Mario tetap menyanyi. Kalau saya dan saudara-saudara semuanya punya bakat menyanyi jadi bakat Mario ini berasal dari keturunan kami, ,” ungkap wanita asal Maumere ini.

Maria  mengharapkan putranya tetap rendah hati dan menghormati semua orang yang mendukungnya. Karena keberhasilan Mario ini bukan keberhasilannya sendiri tetapi dukungan dari berbagai pihak.

Saya dan bapaknya Mario selalu mengingatkan dia untuk selalu bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, dan selalu rendah hati tidak boleh sombong dan selalu menghormati semua orang yang telah mendukungnya. Syukur itu sangat penting terutama kepada Tuhan. (*/bp)

Komentar ANDA?