Perpustakaan Desa Pledo Dapat Bantuan dari Australia

0
421
Keterangan Foto : Para Turis asal Australia bersalaman dengan umat Islam di Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur pada acara halal bihalal Idul Fitri 1437 H, 6 Juli lalu.

ADONARA. NTTsatu.com – Perpustakaan Desa Pledo di Kecamatan Witihama, Adonara, Kabupaten Flores Timur mendapat bantuan buku pendidikan dari sekelompok turis asal Australia guna menambah koleksi buku di perpustakaan itu. Penyerahan buka dilakukan pada acara halal bihalal Idul Fitri 1437 H di desa itu, 6 Juli lalu.

Kepala Desa Pledo, Kasman Gorantokan, Minggu (17/7), menjelaskan, kehadiran belasan turis asal Australia di desa itu difasilitasi Hilarius Kopong, putra Desa Pledo yang tinggal di Melbourne, Australia.

Dia mengisahkan, pendirian perpustakaan desa itu memang diinisiasi oleh Hilarius Kopong pada tahun 2011 lalu. Setelah perpustkaan itu didirkan, para turis itu pun menyumbangkan buku, rak buku, dan satu unit komputer untuk mendukung kegiatan perpustakaan.

“Sekarang mereka (para turis) datang lagi dan menyerahkan buku-buku pendidikan untuk menambah lagi koleksi buku di perpustakaan,” kata Kasman.

Dia berharap, para turis itu pun terus memberikan perhatian bagi perpustakaan desa tersebut ke depan. Sebab, berkat bantuan mereka, Perpustakaan Desa Pledo meraih juara satu lomba perpustakaan desa tingkat Kabupaten Flores Timur pada tahun 2015.

Kasman mengaku, para turis yang hadir pada acara halal bihalal itu juga bangga melihat kerukunan hidup antarumat beragama di desa itu. Bahkan mereka berharap, kerukunan di desa itu menjadi role model bagi kerukunan umat beragama di Indonesia yang memiliki kebhinekaan agama, budaya, dan adat istiadat.

Sebagai kepala desa, katanya, kehadiran para turis yang berbaur dengan umat Katolik di desa itu dan bersalaman dengan umat Muslim pada acara halal bihalal itu patut diapresiasi.

“Bagi para turis mungkin suasana seperti ini pemandangan baru. Tapi, bagi umat di desa ini sudah biasa karena sudah sejak puluhan tahun lalu umat dua agama di desa ini selalu merayakan hari raya keagamaan secara bersama-sama. Bukan hanya Idul Fitri, tapi juga pada Hari Raya Natal dan Paskah,” kata Kasman.

Pensiunan pegawai BKKBN ini menambahkan, pada acara halal bihalal itu, para turis juga menyaksikan Tarian Hedung, Namang, dan Sole Oha. Bahkan mereka pun terlibat melakonkan tarian adat tersebut.

Selama empat hari berada di Desa Pledo, para turis asal Australia itu  mengunjungi objek wisata Pulau Wera Buran (Pasir Putih) yang masih berada dalam wilayah administrasi desa itu.

Hilarius Kopong berharap, hadirnya perpustakaan desa tersebut dapat memotivasi minat baca anak-anak di desa itu dan desa-desa tetangga.

Pengajar Bahasa Indonesia di Australia ini berpendapat, buku merupakan jendela dunia yang memberikan pencerahan bagi manusia. Karena itu, kehadiran perpustakaan dengan aneka koleksi buku menjadi penting bagi masyarakat setempat dan sekitarnya. (*/bp).

 

Komentar ANDA?