Pj. Gubernur Pimpin Rakor Pemantauan, Evaluasi, Pelaporan Situasi dan Dinamika Perkembangan Politik Hasil Pelaksanaan Pemilu Tingkat Provinsi NTT

0
283

NTTSATU.COM — KUPANG — Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan, Evaluasi, Pelaporan Situasi dan Dinamika Perkembangan Politik Hasil Pelaksanaan Pemilu (Pemilihan umum) Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif Tingkat Provinsi NTT bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, pada Kamis (15/2/2024).

Mengawali Rakor ini, Pj. Gubernur dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPU Provinsi NTT, Bawaslu Provinsi NTT, Forkopimda NTT, Jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT dan seluruh pihak terkait atas terselenggaranya Pemilu yang aman dan tertib.

“Pertama-tama kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas penyertaan – Nya pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik, lancar, aman dan tertib. Kita syukuri karena kita menjadi salah satu provinsi yang menjalankan pesta demokrasi dengan baik, oleh karena itu dalam kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Forkopimda Provinsi NTT, Para Kepala Daerah, KPU Provinsi NTT, Bawaslu Provinsi NTT dan seluruh unsur terkait yang telah berkerja keras menyelenggarakan pemilu yang aman, tertib dan damai,” ungkap Ayodhia.

Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna yang hadir secara daring menyampaikan, secara umum proses Pemilu di 22 Kabupaten/ Kota di Provinsi NTT berjalan kondusif, meskipun pada pelaksanaannya terjadi beberapa kendala namun situasi tersebut dapat teratasi dengan baik.

“Secara umum situasi Pemilu di 22 Kabupaten/ Kota berlangsung dengan sangat baik, resiko pada pelaksanaan dapat teratasi dengan baik. Dapat kami laporkan bahwa pada saat proses Pemilu terjadi beberapa kendala antara lain, pertama kondisi cuaca hujan sehingga menghambat proses perhitungan surat suara, kedua terdapat kekurangan logistik surat suara dibeberapa kabupaten, tetapi dapat teratasi melalui pengambilan kelebihan surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat, sehingga secara praktis proses pencoblosan tetap berjalan lancar. Ketiga, menyangkut proses perhitungan suara yang dijeda karena anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) beristirahat sejenak karena kelelahan dan telah melanjutkan perhitungan surat suara pagi tadi, keempat kendala jaringan internet di beberapa Kabupaten dan yang terakhir tercatat akan dilaksanakan pemilu susulan di beberapa TPS di 8 Kabupaten yang masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu,” jelasnya.

Sejalan dengan Ketua KPU Provinsi NTT Jemris Fointuna, berdasarkan laporan dari sejumlah Kabupaten/Kota di NTT yang hadir secara daring melalui zoom meeting, secara umum situasi proses pemilu berjalan kondusif walaupun terdapat beberapa kendala teknis akibat cuaca hujan maupun kendala jaringan dan listrik padam pada beberapa titik TPS.

Mengakhiri rakor ini, Ayodhia menghimbau agar setiap kendala selama proses pemilu dapat ditindaklanjuti guna pelaksanaan pemilu yang lancar, aman dan damai.

“Terima kasih atas penjelasan dari Perwakilan sejumlah Kabupaten/Kota dan Ketua KPU Provinsi NTT. Sejumlah kendala teknis mohon menjadi perhatian sehingga seluruh proses pemilihan umum di NTT berjalan lancar, aman, damai dan secara administratif hasilnya dapat diterima. Sekali lagi, terima kasih atas kerja keras dan laporannya kita harapkan yg terbaik untuk bangsa Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT, Bernadeta Usboko, Pimpinan Perangkat Daerah terkait lingkup Pemprov NTT, Pejabat Kemenko Polhukam RI, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT bidang komunikasi masyarakat dan budaya, Prof. Aloysius Liliweri, Staf Khusus Pj. Gubernur NTT bidang Sosial Politik, Dr. Ahmad Atang, dan mewakili Kapolda NTT Ditintelkam Polda NTT Petrus Wange.

Komentar ANDA?