Tim Pusat Vulkanologi Badung Sedang Teliti Aktifitas Ile Lewotolok

0
224
Foto: Gunung Api Ile Lewotolok yang masih mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian 50 meter

NTTsatu.com – LEWOLEBA – Hingga kini Gunung Api Ile Lewotolok di lembata, Nusa Tenggara Timur terus mengeluarkaan asap putih tipis dengan ketinggian 50 meter dari puncak gunung. Kondisi ini juga disertai gempa hembusan, gempa tremor non harmonik, gempa vukanik dan gempa tektonik.

Tim dari Pusat vulkanologi Bandung pun turun ke Lembata dan sedang melakukan kajian selama seminggu terkait aktivitas gunung tersebut.

Dilaporkan, pasca gempa tektonik sejak Selasa, 10 Oktober 2017  lalu, hingga hari ini Jumat (13/10) petang, aktivitas gunung api IIe Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Hingga kini Gunung Api Ile Lewotolok dengan ketinggian 1. 455 meter di atas permukaan laut terus mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian 50  meter dari puncak gunung.

Selain itu, data di pos pemantau terekam sedikitnya terjadi 149  kali gempa hembusan disertai gempa tremor, gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam. Selain itu juga terjadi  gempa tektonik lokal mencapai 24 kali dan gempa teknonik terasa sebanyak tujuh kali.

Tim Pusat Vulkanologi Bandung yang turun melakukan pemantauan di Lembata mengatakan peningkatan gunung api terjadi lantaran adanya aktivitas gempa tektonik di seputaran Barat Laut Pulau Lembata. Selain itu juga gempa tektonik memicu adanya pergerakan longsoran batuan.

Foto; Reruntuhan dari Ile Lewotokok berupa batu-batu berbagai ukuran menutup sebagian jalan di wilayah Ile Ape

“Pihak PVBMG  akan melakukan kajian selama seminggu di Lembata, untuk mengamati peningkatan aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang terakhir kali erupsi tahun 1920, dan Januari 2012 lalu gunung api ini pun sempat mengalami peningkatan status hingga siaga, “ ujar Noviardi, Staf Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Timur seperti dilansir www.an tv. (*/rin/bp)

Komentar ANDA?