Yesus Mengambil Roti dan Ikan Lalu Membagikannya Kepada Para Murid

0
613

Oleh: Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu III Paska, 01 Mei 2022*.
Bac. Kisra 5: 27- 32, 40-41 dan Wahyu 5: 11-14 dan Injilย  Yoh 21: 1-19.

Jikalau tubuh kita terluka maka biasanya ada berbagai alternatif obat yang dapat digunakan untuk penyembuhan dengan mudah. Lain halnya dengan apa yang disebut luka batin. Soalnya luka batin itu biasanya orang alami saat masih kecil dan terus terbawa hingga dewasa. Batin yang terluka akan menimbulkan kesedihan yang mendalam. Perasaan tak menentu, emosi tak stabil, singkatnya orang yang punya temperamental tinggi.

Dialog kasih dari hati ke hati dalam tadi coba dibangun Yesus untuk memberi rasa percaya diri para murid dalam injil. Yesus datang sebagai saudara di tepi pantai Tiberias. IA tanya lauk pauk pada para murid. Lantaran tak ada maka IA menyuruh mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Alhasil mereka kesulitan menarik jala itu karena banyaknya ikan yakni 153 ekor dan jala tak robek. Murid terkasih spontan berkata kepada Petrus: Itu Tuhan. Petrus jadi salah tingkah dan berpakaian. Akan tetapi hingga mereka sarapan, tak ada seorangpun yang berani tanya: Siapakah Engkau.

Dari awal panggilan Yesus, beberapa murid memang nelayan di pesisir danau Galilea. Tak heran jikalau setelah Yesus wafat mereka kembali ke habitat sebagai nelayan tapi tampak mereka sudah kehilangan kemahiran menjala ikan. Pertanyaan Yesus menggelitik hati Petrus: apakah Engkau mengasihi AKU lebih dari segala sesuatu? Sebuah indikasi bahwa Yesus ragu atas Simon Petrus. Rasanya hati Petrus teriris dan terluka lagi karena janji yang dia ingkari saat Yesus ditangkap. Ada beberapa fakta injil yang direkam Yesus. Ketika Yesus katakan bahwa DIA harus pergi ke Yerusalem dan menderita, Petrus halangi kepergian Yesus (Mt 16,23). Petrus juga gunakan kekerasan sewaktu menghadapi musuh Yesus (Yoh 18,10). Ada 3 kali juga Petrus menyangkal Yesus (Yoh 18,17).

Setelah tau bahwa Yesus sudah bangkit, hati Petrus masih lamban. Sebab itu kini Petrus ditantang oleh Tuhan Yesus. Dialog yang terjadi di pesisir danau Tiberias, sejatinya adalah sebuah kilas balik Yesus guna menutup luka lama yang masih dirasakan Petrus. Yesus sadar bahwa IA akan pergi tapi harus Petrus ambil alih tugas pewartaan kerajaan Allah. Olehnya Yesus tahu betul bahwa sebelum beralih estafet, semua luka batin Petrus harus lebih dulu diobati. Sebab tugas pewartaan ke depan penuh tantangan. Kelak mereka akan bersaksi tentang Yesus yang bangkit. Dengan melibatkan Yesus maka karya perutusan para rasul di dunia menghasilkan buah.

Dalam hidup kita juga sering ada banyak orang yang mendukung dan membantu kita dengan cara mereka. Namun boleh jadi seiring jalannya waktu, kita lupa. Kita menyisahkan luka-luka batin sebagai buah kealpaan dan masa bodoh kita. Boleh jadi mereka sudah buat baik kepada kita, tapi saat berpapasan di jalan, kita lupa tegur sapa dengan mereka. Di situ sudah ada pertanyaan yang mengecewakan bahkan menyakitkan. Bisa jadi dalam hidup bertetangga kita saling kenal, tapi dalam pemilihan legislatif kita tak saling mendukung karena beda partai dan beda arah pandang, jadilah kita saling sentimen.

Tuhan Yesus ajak kita hari ini untuk saling memaafkan. Ajakan injil adalah upaya penyembuhan luka-luka batin yang diderita. Dengan demikian kita semakin bersatu sebagai orang beriman. Yesus mengampuni Petrus dan menugaskan dia menjadi gembala semua kawanan umat beriman yang solid sejak dulu sampai hari ini. Lewat Paus dan hierarki di bawahnya, kitapun perlu saling mengampuni agar tetap teguh berdiri. Jika kita saling menghargai posisi dan peran kita masing-masing sebagai saudara seiman yang saling menolong maka tugas pelayanan kita di masyarakat bisa sukses sebagai orang katolik yang solid. Karena orang tahu bahwa kita orang katolik adalah umat yang taat dan setia, punya prinsip: salah bila salah dan benar bila benar.

Salam sehat di Hari Minggu III Paska buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita yang melingkupi hidupmu… Amin ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐ŸŒนโœ๏ธ๐ŸŒน๐ŸŽ๐Ÿ›๏ธ๐Ÿ‡๐ŸŒฝ๐Ÿ”ฅ๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?