Belum Saatnya Lahirkan Provinsi Flores

0
970
Foto: Cawagub NTT, Yosef Nae Soi disambut dengan ritual adat Manggarai Timur sebelum menggelar kampanye terbatas di Elar, Sabtu, 21 April 2018

NTTsatu.com – BORONG – Calon wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi yang berpasangan dengan calon gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat (Victory-Joss) dengan tegas menyatakan, belum saatnya untuk membentuk provinsi Flores. Pasalnya saat ini masih ada moratorium dan upaya ini  membutuhkan dana yang cukup besar.

Dihadapan ratusan warga Elar dalam kampanye terbatas di aulu Paroki, Sabtu, 21 April 2018, Yosef menegaskan,  beljum saatnya memekarkan provinsi NTT dengan menghadirkan provinsi Flores. Banyak sekali alasan  yang harus dipertimangkan secara matang antara lain dibutuhkan dana yang sangat besar untuk melakukan pemekaran tersebut. Selain itu saat ini masih ada moratorium peekaran dan sejumlah alasan lainnya yang mesti dipertimbangkan secara matang.

Penegasan itu disampaikannya terkait pertanyaan sejumlah tokoh masyarakat Elar dalam pertemuan itu. Tokoh masyarakat Elar yang mempertanyakan hal itu antara lain Anton Laba dan Hironimus Kasim serta Geradus. Kepada Yosef Nae Soi mereka mempertanyakan, kapan rencana pembentukan provinsi Flores itu terjadi.

“Saat ini masih sedang dibahas Undang-Undang tentang provinsi Kepulauan. Jika Undang-undang itu sudah selesai dan diundangkan, maka NTT akan menjadi privinsi Kepulauan dan dana untuk provinsi kepulauan akan semakin besar untuk membangun daerah ini. Jadi, saya dan Viktor juga sudah menegaskan bahwa tidak akan ada pemekaran daerah Provinsi NTT,” tegasnya.

Foto: Masyarakat Elar, Manggarai Timur ketika menghadiri kampanye terbatas yang dilakukan calon wakil gubernur NTT, Yosef Nae Soil di aula Paroki Elar, Sabtu,21 April 2018

Pada kesempatan itu Pater Eman, SVD pastor kapelan Paroki Elar yang menghadiri kampanye terbatas itu mengatakan, pembentuk provinsi Flores bukalah sebuah keharusan, tetapi yang perlu dijaga pemerintah Provinsi NTT adalah persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang sudah terpelihara selama ini.

“Kami hanya minta agar pemerintah provinsi tetap menjaga keberagaman antara warga NTT yang sudah terjalin selama ini. Kita masyarakat NTT hidup aman dan damai dalam keberagaman, dan ini harus dijaga dengan baik. Pembentukan Provinsi Flores bukanlah sebuah keharusan,” kata Pastor Eman.

Untuk diketahui, rencana pembentukan provinsi Flores sudah dilakukan sejak lama, namun upaya itu belum membuahkan hasil karena masih ada mortatorirum pemekaran dari pemerintah pusat. Masyarakat Flores memang gencar mengupayakan ini dengan membentuk Forum Pementukan Provinsi Flores yang saat ini diketuai oleh Bupati Ngada non aktif, Marianus Sae yang kini masih dalam tahanan KPK kafrena tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Forum ini bekerja keras dan sudah mengusulkan ke pemerintah provinsi NTT bahkan sudah mengajukan lansung ke Dewan Perwakil Daerah (DPD) RI di Jakarta.

Kemudian, pada saat konfrensi pers usai pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Yosef Nae Soi (Victory-Joss) di aula KPU Provinsi NTT, pasangan ini dengan tegas menyatakan, jika mereka terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, mereka memastikan tidak akan ada pembentukan Provinsi Flores. (bp)

Komentar ANDA?