Di 4 Desa ini, Bayar Listrik Bisa Pakai Singkong Hingga Bebek

0
153

NTTsatu.com – Seyogyanya kegiatan transaksi jual-beli dalam kehidupan sehari-hari menggunakan alat pembayaran yang sah, yakni uang. Namun tidak untuk di daerah Probolinggo, Jawa Timur.

Sekitar 600 kepala keluarga yang berada di empat desa daerah Probolinggo setiap bulan membayar tagihan listrik hanya dengan singkong atau pisang, bebek, ayam dan hasil pertanian lainnya.

Transaksi unik ini sudah berlangsung sejak 2011, ketika pertama kali warga di Desa Andung Biru, Desa Tiril, Desa Sumber Duren, dan Desa Roto menikmati listrik di rumah mereka masing-masing. Aliran listrik ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) kapasitas 40 kiloWatt (kW) yang merupakan pembangkit bantuan dari PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

“Sekitar 1990, desa-desa di sini ketika malam hari gelap gulita, tak ada listrik. Saya bersama warga yang lain berinisiatif membangun PLTMH sendiri, tapi kapasitasnya masih sangat kecil, hanya 16 kW dan hanya mampu melistriki beberapa puluh rumah saja,” ujar M. Rosid, warga Desa Andung Biru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/1).

Pada 2011, PGN bekerja sama dengan Universitas Brawijaya memberikan bantuan satu unit PLTMH kapasitas 40 kW. Dengan memanfaatkan aliran Sungai Pekalen, listrik yang dihasilkan mampu menerangi 600 rumah di 4 desa.

“Alhamdulillah, malam hari desa-desa di sini jadi terang, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa nonton televisi setiap hari,” kata Rosid.

Dia menambahkan, setiap rumah di 4 desa tersebut terdapat meteran listrik, dan setiap bulannya pemakaian listriknya dicatat oleh petugas koperasi yang dikelolanya bersama beberapa warga lainnya.

“Tapi warga di sini bayar tagihan listriknya tidak pakai uang tunai, tapi menggunakan hasil kebun mereka, bisa bayar pakai singkong, pisang, bahkan ada yang bayar pakai bebek, ayam dan macam-macam,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto mengatakan, bantuan yang diberikan PGN merupakan upaya dalam membantu pemerintah dalam membantu pasokan listrik di daerah terpencil.

“Kami senang bisa membantu masyarakat di empat desa di Probolinggo, sehingga mereka bisa bersama-sama dengan PGN bisa memanfaatkan sumber daya alam di sana untuk menjadi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat, untuk keperluan sehari-hari, maupun meningkatkan perekonomiannya dengan membuka usaha kripik, kue, hingga pengeringan kopi,” kata Irwan. (sumber: merdeka.com)

=====

Foto: Ilustrasi jaringan listrik

Komentar ANDA?