Jika Demikian, Apa yang Harus Kami Perbuat?

0
1006

Oleh : Rm. Ambros Ladjar, Pr

Hari Minggu III Adven.Th C.* 12 Desember 2021.
Bacaan: Zefanya 3: 14-18 dan Filipi 4: 4 – 7 dan Injil  Lk 3: 10-18.

Sering dalam hidup pesan, perintah yang disampaikan diharapkan agar dapat mewujudkan. Jika kata-kata cocok, sesuai dengan tindakan maka menjadi serasi. Dalam hal seperti ini tindakan siapapun dianggap berlaku benar. Sebaliknya orang yang tak melakukannya dianggap sebagai pembohong. Ibarat kata pepata: *tong kosong nyaring bunyinya*.

Menyimak pesan injil Minggu III di masa adven ini merupakan sebuah pertanyaan praktis yang bagus. Artinya dari kita dituntut sikap jujur dan berani untuk melakukan. Jika demikian kita dinilai *konsekuen; apa yang diucapkan itulah yang dilakukan*. Yohanes saat itu sedang gencar kampanye mempersiapakan kedatangan Mesias. Dia menggaungkan seruan pertobatan dan pembaptisan. Sebab itu ketika datang para elit Yahudi, merekapun tergerak hati dan bertanya: Apa yang harus diperbuat?

Kepada orang banyak Yohanes tegaskan: Kalau ada kelebihan pakaian, bagilah kepada yang telanjang. Mereka yang berpakaian compang camping. Kalau makananmu kelebihan, bagilah juga kepada yang lapar. *Jangan berlaku ego karena mementingkan diri*. Selain itu ada juga banyak orang dengan status sosial berbeda yang datang dan tanya kepada Yohanes. Mereka adalah para pegawai pajak, para ASN, para penjaga keamanan dan kelompok masyarakat biasa.

Kepada para pemungut cukai, retribusi dan pajak Yohanes berkata: Jangan menagih lebih dari pada yang ditetapkan. Setiap pungutan itu ada peraturannya. *Jangan berlaku curang*. Tak boleh bermenal korup. Juga tak boleh melakukan pungutan liar. Kepada petugas Keamanan, Polisi, para prajurit dan security, Yohanes tekankan: Jangan merampas dan jangan memeras orang. Tak boleh lakukan teror atau mengintimidasi orang. Segala atribut dan fasilitas penunjang yang digunakan adalah hasil keringat rakyat. Sebab itu cukupkanlah dirimu dengan gajimu.

Dari semangat penegasan Yohanes, sejatinya kita mau membangun rasa peduli terhadap sesama. Dengan itu juga kita berlaku kasih, lemah lembut dan rendah hati seperti Yohanes. Dia *merasa diri hanya sebagai sarana kedatangan Mesias*. Sebab itu membuka tali kasitnyapun dia tak layak. Menurut rasul Paulus: Hendaklah kebaikanmu diketahui oleh semua orang. Jika demikian maka nabi Zefanya sudah nyatakan pesan Tuhan: Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu sehingga engkau tak lagi menanggung cela. Kita gunakan pertanyaan yang sama: Perbuatan baik apa yang harus kita lakukan dalam minggu ini ?

Salam sehat di Hari Minggu Adven untuk semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kelimpahan kasih sayang, kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🍇🫐🔥🔥🇮🇩🇮🇩

============

Pastor Paroki Katedral Kupang

Komentar ANDA?