Juli Mendatang, Mahasiswa Katolik Dari 45 Negara Kunjungi Flores

0
508
Foto: Delegasi PMKRI pose bersama Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Poto Kota, Pr di Keuskupan Ende usai membahas kegiatan sosial Mahasiswa Katolik sedunia. (Foto: VoxNtt.com)

KUPANG. NTTsatu.com – Bulan Juli 2017 mendatang, Mahasiswa Katolik sedunia yang terhimpun dalam organisasi International Movement Catholic Student (IMCS) akan mengunjungi pulau Flores. Mereka akan melakukan berbagai kegiatan sosial mulai dari Larantuka, Flores Timur  hingga Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Komisaris Daerah (Komda) Flores Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Yoakim Seke seperti dirilis VoxNtt.com, Jumat (10/3/2017) menjelaskan, kedatangan mahasiswa untuk melakukan pelbagai kegiatan sosial berupa renovasi bangunan sekolah, sumbangan pipa air minum serta kegiatan workshop human trafficking.

“Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 60 Mahasiswa Katolik yang berasal dari 45 negara,” kata Seke.

Seke menjelaskan, para mahasiswa ini akan bertualang dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur hingga berakhir di Labuan Bajo, Manggarai Barat sambil melaksanakan kegiatan sosial sesuai zona yang ditentukan.

Kegiatan sosial tersebut dikoordinir oleh Pengurus Pusat PMKRI dan PMKRI Cabang sedaratan Flores.

Aktivis Nagekeo ini menuturkan, selain kegiatan sosial, pihaknya akan melakukan kampanye pariwisata kepada para mahasiswa dunia.

“Kita sedang menginginkan pengembangan pariwisata berbasis kawasan. Sehingga setiap daerah di Flores akan dikunjungi oleh IMCS dalam pengembangan pariwisata. Karena itu, setiap daerah boleh melakukan kampanye pariwisata pada moment itu,” katanya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari 45 negara tersebut menjadi peluang besar untuk mempromosi pariwisata.

“Ini ruang promosi pariwisata sehingga PMKRI berharap kerja sama yang baik dari semua pihak agar bisa menyukseskan kegiatan ini,” ujarya.

Sementara itu, Ketua Presidium PMKRI Pusat, Angelo Wake Kako mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun kepedulian sosial generasi pemuda katolik terhadap realita keterbelakangan dan kemiskinan di lingkungan sekitar.

Dijelaskannya, mahasiswa IMCS memilih pulau Flores-NTT sebab dipandang sebagai daerah termiskin di Indonesia.

“Ya, wajar kalau daerah ini masih disebut daerah terbelakang. Maka butuh sentuhan-sentuhan sosial seperti kegiatan ini,” kata Angelo.

Lebih dari itu lanjut dia, PMKRI mendukung agenda pembangunan nasional dimana NTT menjadi prioritas pengembangan pada bidang pariwisata.

PMKRI tengah mengemas kegiatan untuk mendukung pariwisata agar bisa dieksplor oleh 60 Mahasiswa dari 45 Negara.

“Harapan PMKRI agar teman-teman mahasiswa dari berbagai negara menjadi duta wisata Indonesia untuk negaranya masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan PMKRI sudah berkoordinasi dengan Pemerintah baik Gubernur NTT maupun sejumlah Bupati serta Uskup sedaratan Flores untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. (*/bp)

Komentar ANDA?