Nelayan Nanga Pa’ang Rindu Tambatan Perahu

0
2512
Foto: Perahu-perahu Nelayan berlabuh tanpa tambatan yang baik

RUTENG, NTTSatu.com – Nelayan Nanga Pa,ang Desa Legu Kecamatan Sata Mese berpuluhan tahun merindukan dibangunnya tambatan perahu  sebagai tempat berlabuh puluhan kapal milik nelayan dari kampung tersebut ,apalagi hasil tangkapan ikan nelayan  merupakan sumber pasokan ikan untuk Manggarai

“Sudah bertahun-tahun kami merindukan  tambatan perahu di Nanga Pa’ang,” kata Hidayat salah seorang Nelayan kampung Legu kepada NTTsatu.com belum lama ini.

Hasil tangkapan dari ratusan nelayan Nanga Pa’ang sudah memenuhi kebutuhan pelanggan di kecamatan Satar Mese bahkan Kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai ,

Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pasar Inpres Ruteng juga dikenal ikan dari Iteng ibu kota Kecamatan Satar Mese yang merupakan ikan  tangkapan para nelayan Nanga Pa’ang.

“Ikan Cengkalang, tembang  dan tongkol kami bisa dapatkan sekitar pantai selatan Manggarai bahkan hingga laut sawu,” jelas Hidayat

Pantuan NTTSatu.com ,perahu motor ukuran besar milik nelayan sulit merapat  di pinggir pantai ketika akan membongkar hasil tangkapan mereka. Karena itu hanya bisa diangkut dengan menggunakan perahu tradisional menuju darata sehingga selalu terjadi over biaya.

Selain itu dibutuhkan tali tambang  panjang untuk mengikat perahu motor agar bisa  berlabuh dengan baik. “Memang sulit ketika tidak ada tempat berlabuh untuk perahu motor. Karena itu terpaksa ikan diambil dengan menggunakan perahu dayung,” jelasnya

Kerinduan akan dibangunya tambatan perahu bukan hanya kemauan Hidayat saja, tetapi  sudah merupakan impian dari seluruh nelayan di Nang Pa’ang.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah , memang selama ini ada bantuan beberapa perahu  dan  mesin motor untuk perahu. Tapi kali inin kami hanya minta sebuah tempat tambatan perahu yang baik,” harapnya.

Nelayan merupakan pekerjaan pokok bagi warga Nanga Pa’ang bahkan sumber kehidupan bagi keluarga mereka, walaupun tanpa tambatan di tengah kesulitan  kerinduan akan dibangunya tambatan perahu selalu ada.

“Nelayan sudah merupakan pekerjaan kami, biaya kehidupan  ekonomi keluarga semua bergantung pada hasil tangkapan kami,”ujarnya.

Sementara Talis Seorang Pedagang Ikan di Pasar Inpres Ruteng dimintai tanggapanya  soal kerinduan ini kepada NTTSatu.com mengatakan ikan hasil tangkapan dari Nelayan Nanga Pa’ang sangat laris di kota Ruteng , bahkan pasokan ikan  di TPI tidak pernah berhenti setiap hari untuk  memenuhi kebutuhan pelanggan di Kota Ruteng.

“Sudah pantas dan layak dibangun tambatan perahu di pantai Selatan Manggarai,kalau wilayah Nanga Pa,ang tidak cocok tentunya ada wilayah disekitar yang cocok,” pungkasnya. (mus)

Komentar ANDA?