STIKOM Bali – Kadin dan Bisnis Bali Seminarkan Strategi Bisnis Berbasis ICT

0
169

DENPASAR. NTTsatu.com – Dalam rangka meningkatkan daya saing masyarakat kabupaten Gianyar, terutama untuk menghadapi persaingan di era  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), STIKOM Bali bekerja sama dengan Kadin Bali dan Harian Binis Bali menggelar seminar  Strategi Bisnis Berbasis ICT, bertempat di Balai Budaya Gianyar, Selasa  (12/04/2016).

Seminar yang diikuti para guru dan pelajar SMA/SMK  ini menghadirkan empat narasumber. Yakni Dr. Dadang Hermawan  (Ketua STIKOM Bali) yang membawakan materi  strategi sukses mengembanagkan bisnis dan karir memanfaatkan ICT, Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra membawakan materi strategi menjadi SDM Bali yang unggul dan  pelaku bisnis  unggul dalam persaingan global.

Selanjutnya Ketua Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Daerah Bali I Made Sarjana, SE.,MM mengupas   langkah strategis  menghadapi derasnya arus persaingan di era MEA, serta I Made Marlowe Bandem (Wakil Ketua Yayasan Widya Dharma Santhi-yang menanungi STIKOM Bali) membahas  peranan kepemimpinan dalam mengembangkan bisnis di percaturan pasar global.

Dadang Hermawan memaparkan, peranan information and communication technology (ICT) di dunia bisnis tak perlu diragukan lagi. Dia memberi contoh dahsyatnya perana ICT untuk mempromosikan sebuah produk dengan jangkauan 60 juta pelangagan merujuk pada hasil penelitian.

“Televisi membutuhkan waktu 15 tahun, radio butuh waktu 30 tahun, sedangkan internet hanya butuh waktu dalam hitungan jam,” kata Dadang.

Selain itu, dari daftar 10 orang terkaya di dunia, empat orang di antarnaya adalah pengusata ICT. Yakni Bill Gates (Microsoft) menempati urutan pertama dengan kekayaan $76 miliar, Larry Ellison (Oracle) –  $47,5 miliar, Jeff Bezos (Amazon.com) –$47 miliar, dan Mark Zuckerberg (Facebook) –  $40,3 miliar.

Di Indonesia, orang terkaya nomor tiga,  Chairul Tanjung memanfaatkan ICT untuk mengembangkan usahanya.  “Nah dari  sekarang para guru merubah mindset para siswa yang semula bercita-cita menjadi PNS agar beralih menjadi pengusaha,” harapnya.

Untuk menjadi menjadi SDM yang unggul dan sebagai pelaku bisnis yang unggul, Alit Wiraputra memaparkan tujuh aspek yang wajib ditaati. Pertama  spiritual, bagaimana berhubungan dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Kedua, aspek komunikasi, yakni bagaiman kita berkomunikasi dengan bawahan atau kolega agar apa yang kitasampaikan dapat dimengerti. Kuncinya adalah bahasa.

Ketiga, aspek sosial kemasyarakatan. Di Bali  sistem sosial kemasyarakat sudah dibangun sejak dulu kala, dimulai dari lingkungan banjar. Keempat, aspek ekonomi.

“Kalau ingin berpenghasilan lebih baik dari orang lain, kita harus mengukur kemampuan kita, lalu tingkatkan kemampuan kita,” sarannya.

Kelima, aspek politik, bukan dalam politik praktis tetapi bagaimana kita mampu mempengaruhi teman satau sejawat. Keenam, apsek ilmu pengetahuan. Manusia harus mempunyai pengetahuan yang cukup agar dia menjadi berbeda dengan orang lain. Ketujuh adalah aspek teknologi, yakni  memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan.

“Kalau SDM Bali menguasai ketujuh aspek tersbut, saya kira tidak perlu khawatir menghadapi MEA,” tegasnya.

Menurut Ketua AMA Bali I Made Sarjana, kunci suskes di tengah arus deras persaingan di era MEA adalah meningkatkan kualitas SDM terutama dalam penguasaan  ilmu pengetahuan, teknologi dan bahasa asing.  ‘Saya punya pengalaman baru-baru ini mengetes calon karyawan untuk mengisi 40 posisi di sebuah perusahaan. Ternyata ada 11 pelamar dari negara ASEAN dan saya bisa pastikan dari 40 posisi tadi, 11 posisi bakal diisi oleh mereka  kualitas mereka lebih baik dari pelamar kita,” bebernya.

Sesi terkahir I Made Marlowe Bandem mengupas masalah kepemimpinan dengan topic ”Leadership: be an inspirator, not a dicatator”. Dengan gaya gaulnya, Marlowe mampu menghipnotis sekitar 200 anak muda yang memadati balai budaya Gianyar. Marlowe tak hanya berteori melainkan juga menunjukkan contoh bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. “Seorang pemimpin harus mampu memotivasi anak buahnya membangun  kerja sama guna mencapai tujuan perusahaan,” sebutnya. (rsn)

=====

Foto: Dari kanan: I Made sarjana, I MadeMarlowe Bandem, Alit Wiraputra, dan Dadang Hermawan

Komentar ANDA?