Tahun Depan Litrik Masuk Seluruh Desa di Sikka

0
188
Foto: Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar sempat memantau proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere 40 MW di Desa Hoder Kecamatan Waigete, Jumat (20/10)

NTTsatu.com – MAUMERE – Manajer PT PLN (Persero) Area Flores Bagian Timur, Arif Rohmatin menyebut masih ada 22 desa di Kabupaten Sikka yang belum dilayani listrik.

Dia memastikan tahun ini akan melayani 18 desa, dan sisanya pada tahun depan. Dengan demikian pada tahun 2018 listrik sudah masuk ke semua desa di Kabupaten Sikka.

Arif Rohmatin menyampaikan hal ini kepada sejumlah media, Jumat (20/10), usai mengikuti groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere 40 MW di Desa Hoder Kecamatan Waigete.

Sebelumnya, dalam sambutan singkat di depan peserta groundbreaking, Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar juga menyampaikan hal yang sama.

“Jadi sudah ada penugasan khusus dari Presiden kepada PLN, khususnya wilayah NTT untuk melistriki seluruh desa di NTT. Kebetulan di NTT ada 1.200 desa yang belum ada listrik, sedangkan untuk wilayah Flores Bagian Timur terdapat 120 desa, dan khusus di Sikka ada 22 desa,” jelas Arif Rohmatin.

Proyek PLTMG Maumere 40 MW dibangun di Desa Hoder, di atas tanah seluas kurang lebih 18,77 hektare. Proyek dengan nilai kurang lebih Rp 694 miliar ini dikerjakan Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-Man Diesel & Turbo. Sesuai rencana proyek ini akan selesai pada September 2018.

Pada Jumat (20/10), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganasis Jonan melakukan groundbreaking PLTMG 350 MW di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Groundbreaking ini juga berlaku secara resmi untuk pembangunan PLTMG yang ada di wilayah NTB dan NTT. Untuk di NTT, selian di Kabupaten Sikka juga sedang dibangun PLTMG di Labuan Bajo dan Kabupaten Kupang.

Dalam kesempatan groundbreaking ini, Ignasius Jonan menyempatkan diri melakukan video conference dengan masing-masing pejabat di wilayah pembangunan PLTMG. Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar didaulat mewakili masyarakat Kabupaten Sikka untuk berkomunikasi langsung dengan Ignasius Jonan.

Berbicara via video conference selama kurang lebih 15 menit, Paolus Nong Susar menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah serius berjuang agar listrik masuk ke seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Dia mengatakan masyarakat Kabupaten Sikka memberikan apresiasi yang tinggi atas keberpihakan pemerintah dengan kebijakan listrik masuk desa sampai pada tahun 2018.

Arif Rohmatin menjelaskan PLTMG Maumere merupakan pembangkit yang kapasitas paling besar yaotu 40 MW jika dibandingkan dengan Labuan Bajo 20 MW, dan yang sedang eksisting sekarang yakni di Ende 12 MW dan di Ropa 14 MW. PLTMG Maumere ini bisa melayani kebutuhan listrik sampai ke Larantuka di bagian Timur, dan Ende di bagian barat. Dengan sistem PLTMG, lanjutnya, semua sitem pembangkit di Flores akan terinterkoneksi.

“Jadi masing-masing daerah akan memiliki pembangkit-pembangkit yang  saling terinterkoneksi. Jika salah satu pembangkit, misalnya di Ende mengalami gangguan, maka PLTMG Maumere bisa mengalirkan listrik ke sana, itu yang disebut interkoneksi,” jelas Arif Rohmatin.

Usai mengikuti ground breaking, Paolus Nong Susar didampingi Arif Rohmatin, Kajari Maumere, Wakapolres Sikka, Ketua Pengadilan Negeri Maumere dan sejumlah pejabat lainnya sempat memantau pembangunan PLTMG Maumere.(vic)

Komentar ANDA?