Tidak Boleh Jadi Generasi Instan

0
221
Gubernur Frans Lebu Raya saat menerima delapan siswa SMKN I Kupang yang siap magang ke Thailand

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta delapan orang siswa SMKN 1 Kupang yang akan magang ke Thailand untuk harus menjadi generasi yang tangguh bukan kenerasi instan.

“Hargai proses yang berjalan, teratur, sistematis, tahap demi tahap. Tidak ada proses yang instan, untuk hasil yang baik. Rawatlah petemanan dengan orang-orang di Thailand. Pelajari budaya mereka tetapi jangan lupa dengan budaya sendiri,” pesan Frans Lebu Raya saat menerima kunjungan delapan orang siswa SMKN 1 Kupang di ruang kerjanya, Rabu (29/6).

Delapa siswa itu adalah Sharo Yalla, Chelsy Mudin, Hamidah Djawas, Vania Sagita Natalia, Hanny Ballo, merpati Nalle, Ryan Malik dan Augusto.

Mereka akan mengikuti program magang yang  akan diberangkatkan ke Thailand pada tanggal 15 Juli nanti. Delapan pelajar kelas XI itu akan diterima sebagai peserta magang pada Kanchanaphisek Technical Colleg Mahanakorn dan Chachoengsao Vocational College. Dua Lembaga pendidikan (college) ini merupakan bagian dari enam College yang telah menandatangani nota kerjasama dengan pihak SMKN 1 Kupang.

“Gunakan ilmu yang didapat untuk mewujudkan hidup yang lebih baik. Terus belajar memperbaiki diri dan membangun jejaring dalam komunitas dunia. Para guru pun harus terus berinovasi dan memberikan semangat kepada siswa. Wujudkanlah mimpi mereka sebisa mungkin. Jadilah seperti moto yang ada, menjadi SMK yang Hebat, SMK Jempol,” tambah Frans Lebu Raya.

Dalam penjelasannya, Mathias Beeh,S.Stpar,MM melaporkan beberapa upaya mereka untuk mempersiapkan para siswa menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sejak dua tahun lalu, pihaknya menjajaki kerjasam itu dengan berbagai pihak.

Untuk tahap awal ini mereka akan dilatih selama dua bulan. Materi bulan pertama dengan model kelas, mereka akan dilatih ketrampilan berbahasa, pengenalan budaya dan lingkungan kerja. Pada bulan ke dua, peserta didik diperbolehkan magang di dunia industri mereka.

“Kerjasama ini cukup meringankan orang tua siswa. Pembiayaan makan minum dan transportasi ditanggung pihak Thailand. Kita cuma menyiapkan biaya untuk pengurusan passpord dan visa. Kunjungan balasan mereka direncanakan akan dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2016,” ujar Kepala SMKN I Kupang itu.

Turut mendampingi para siswa, Sinun Petrus Manuk, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan Semuel Pakereng, Kepala Biro Humas NTT bersama beberapa orang guru. Hadir Monica Sinlae, Ketua Jurusan Administrasi Perkantoran, Karolus Pi, Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan, Simon Duliwara, Ketua Jurusan Pemasaran dan Onduk Fabianus, Wakil Humas SMKN 1 Kupang. (humas Setda NTT/bp)

 

Komentar ANDA?